Beritabanten.com — Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja di Kota Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, Kamis (31/10/2024).

Para buruh mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk menaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2025 sebesar 10 persen, dari UMK 2024 yang berada di angka Rp4.815.102,80 menjadi sekitar Rp5.296.612.

Aksi yang digelar sejak pagi hari ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di pintu gerbang Kantor Walikota Cilegon.

Ketua DPC Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SPKEP) Kota Cilegon, Rudi Sahrudin, mengatakan bahwa unjuk rasa ini bertujuan untuk mengawal proses penetapan UMK 2025 oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Cilegon, yang telah menggelar dua kali pertemuan untuk membahas upah buruh tahun mendatang.

“Kami mengawal Depeko, dan sesuai hasil rapat kedua, kami berharap UMK 2025 naik sebesar 10 persen. Pertimbangannya, kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya terus meningkat,” ujar Rudi di sela-sela aksi unjuk rasa.

Menurut Rudi, kenaikan 10 persen ini dianggap cukup kecil jika dibandingkan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok dan tingkat inflasi di Cilegon. Namun, mereka menilai angka tersebut sebagai kompromi yang wajar.

“Kenaikan ini sebenarnya harus lebih dari 10 persen, tapi untuk tidak berlarut-larut, kami hanya meminta 10 persen. Kami juga punya hitungan sendiri,” katanya.

Rudi menambahkan, kenaikan UMK sebesar 10 persen tidak akan membebani pelaku usaha di Cilegon. Ia optimis bahwa para pengusaha tidak akan keluar dari Cilegon dengan adanya kenaikan tersebut.

“Saya yakin pelaku usaha di Cilegon tidak akan hengkang. Faktanya, banyak perusahaan besar yang justru datang ke Cilegon, karena ini kota dengan industri padat modal. Kondisi ini berbeda dari wilayah lain,” tegasnya.

Para buruh berharap Pj Walikota Cilegon, Nana Supiana, dapat merealisasikan tuntutan kenaikan UMK 10 persen tersebut.

“Jika tuntutan kami tidak diakomodir, kami akan menduduki kantor Walikota hingga tuntutan ini diterima,” kata Rudi dengan tegas.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Sebanyak 10 perwakilan buruh tengah melakukan mediasi dengan pihak Pemkot Cilegon di Ruang Rapat Asda untuk mencapai kesepakatan terkait usulan kenaikan UMK 2025. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com