Beritabanten.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Tangerang 2024 masih menyisakan masalah bagi orang tua. Mereka melakukan protes karena si buah hati tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Persoalan tersebur harus segera diselesaikan oleh Pemerintahan Kabupaten Tangerang agar tidak menjadi masalah rutin tahunan. Warga harus dijamin layanan pendidikan sesuai amanah konstitusi kita.

Demikian saran dari Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail merespon banyak keluhan warga yang masuk kepada dirinya. Menurut pengakuan orang tua pada dirinya, sangat berharap bisa masuk di sekolah negeri mengingat sarana dan prasana yang baik juga tanpa ada pungutan biaya.

“Kebanyakan orang tua siswa ingin anaknya sekolah di negeri karena persoalan biaya. Selain gratis, kualitas pendidikan sekolah negeri juga dianggap baik,” katanya, melalui rilis resmi pada redaksi, Jum’at (5/7/2024).

Kader Megawati Soekarno Putri ini mendesak pemeritah daerah segera membuat terobosan baru yang solutif. Semua warga harus menikmati bersokolah di mana dengan merata. Sekolah negeri maupun swasta tidak dibenarkan untuk memungut biaya.

Nantinya, orang tua tidak berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri, kata Kholid, jika Dinas Pendidikan bisa memberikan fasilitas pendidikan yang sama. Sekolah negeri dan swasta ada kesamaan dalam segi pembiayaan maupun manajemennya.

Pemberian fasilitas ini agar sekolah swasta bisa memperbaiki kualitas dan bersaing dengan sekolah negeri. Persaingan  menjadi sehat untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik di Kabupaten Tangerang.

Salah satu fasilitas yang dapat diberikan Pemda, lanjut Kholid, adalah dengan memberikan sekolah swasta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

Dengan adanya Bosda, biaya sekolah di swasta bisa ditekan dan dapat terjangkau oleh masyarakat. Selain itu melalui Bosda ke sekolah swasta ini, tambah Kholid, menunjukan pemerintah hadir.

“Konsekuensinya, sekolah swasta harus siap diaudit BPK,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sedangkan bagi swasta yang tidak ingin menerima Bosda, hal itu perlu diapresiasi. Ini menujukkan bahwa sekolah swasta tersebut sudah mandiri.

Untuk Kabupaten Tangerang, Kholid yakin, APBD Pemkab Tangerang mampu memberikan Bosda untuk sekolah swasta.
Kholid yakin, jika itu hal itu dilakukan, maka Program Tangerang Cerdas akan berjalan maksimal. Kholid menyatakan, pemberian Bosda ke sekolah swasta, jauh lebih efektif daripada Pemda membangun sekolah-sekolah negeri baru.

Solusi lain, tambah Kholid, Pemda juga bisa memberikan subsidi uang masuk sekolah swasta atau SPP siswa yang berbersekolah di sekolah swasta. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com