Beritabanten.com – Hari pertama masuk siswa baru SMAN Kota Tangsel menjadi dramatis. Orang tua siswa mendapati akses masuk digembok warga.

Mereka hanya diperbolehkan masuk melalui celah seukuran orang berjalan kaki. Sementara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat hanya bisa parkir di pinggir jalan.

Akibatnya jalanan utama Pamulang Permai ramai dengan kendaraan parkir dan orang tua yang mengatur anaknya untuk turun dan meneruskan dengan berjalan kaki.

Terpantau media terdapat tiga orang yang diduga merupakan perwakilan dari warga sekitar menjaga akses masuk. Mereka hanya mengizinkan masuk dengan berjalan kaki dengan tetap menyapa ramah.

Salah seorang penjaga yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan ini sebagai tanda protes atas tidak diterima anak warga sekitar masuk sekolah tersebut.

Selain itu, ada tiga orang berseragam sekolah yang bantu mempersilahkan masuk siwa baru untuk berjalan kaki menuju sekolah untuk mengikuti proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan menyerahkan dokumen kelengkapan siswa.

Sementara orang tua siswa menyatakan pemakluman atas aksi penutupan akses tersebut. Mereka juga mengetahui alasan penutupan, yakni warga sekitar yang tidak bisa masuk ke sekolah tersebut.

“Iya itu karena ada yang tidak masuk dari warga sini. Saya tahu seminggu lalu juga udah ditutup aksesnya. Yang penting anak saya tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan,” ucap Maman Warga RT 007 RW 009 Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang.

Dia mengatakan kegiatan tersebut berakhir selepas dzuhur dan akan menjemput kembali anaknya dengan akan tetap parkir kendaraan di luar kawasan SMAN 6 Tangsel.

“Kayaknya nanti parkir di luar lagi. Engga apa-apa juga, kan masih bisa naro motor di pinggir jalan masih luas ko,” ujarnya.

Redaksi masih menunggu informasi dari pihak sekolah terkait penutupan akses tersebut. Mereka tetap menjalankan aktivitas normal dalam menjalankan kegiatan untuk siswa baru. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com