Beritabanten.com – Terminal Kota Serang memiliki sejarah panjang sebagai pusat transportasi darat yang vital bagi mobilitas masyarakat dan perkembangan ekonomi di Provinsi Banten.
Berdiri sejak era 1980-an, terminal ini telah melalui berbagai fase perkembangan, menjadi saksi transformasi Kota Serang sebagai pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, dan transportasi di Banten.
Pada awal pembangunannya, Terminal Pakupatan, yang menjadi terminal utama Kota Serang, didirikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Serang.
Letaknya yang strategis di Jalan Raya Serang–Jakarta menjadikan terminal ini sebagai pusat lalu lintas transportasi antarkota dan antarprovinsi, terutama bagi masyarakat yang ingin bepergian ke Jakarta, Merak, atau wilayah lainnya di Banten dan Jawa Barat.
Bus Jarak Jauh
Terminal Pakupatan dirancang untuk menampung bus-bus jarak jauh, angkutan kota (angkot), dan kendaraan umum lainnya, sehingga memudahkan warga Serang dan sekitarnya dalam mengakses berbagai destinasi penting.

Pada masa-masa awal operasionalnya, terminal ini sudah melayani rute-rute populer seperti Serang–Jakarta, Serang–Merak, dan Serang–Bandung, dengan berbagai pilihan moda transportasi.
Selama beberapa dekade, terminal ini mengalami modernisasi seiring dengan meningkatnya permintaan transportasi.
Jumlah penumpang Terminal Tipe A Pakupatan mencapai 3.111 orang dengan layanan 38 trayek AKAP dan 8 trayek AKDP dalam setiap hari.
Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, pemerintah daerah melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur di Terminal Pakupatan, termasuk perluasan area parkir dan peningkatan fasilitas bagi penumpang.
Meski begitu, Terminal Pakupatan juga sempat menghadapi tantangan seperti kemacetan dan kurangnya fasilitas memadai, yang mendorong adanya revitalisasi pada tahun-tahun berikutnya.
Selain menjadi pusat transportasi bus antarkota dan antarprovinsi, Terminal Pakupatan juga berkembang menjadi pusat bagi angkutan umum lokal.
Hal ini memudahkan masyarakat Serang yang ingin bepergian ke berbagai wilayah di dalam kota dan kabupaten sekitar, serta mendukung aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Serang.
Kini, Terminal Pakupatan masih menjadi jantung transportasi darat di Kota Serang dan terus beroperasi dengan peningkatan layanan dan fasilitas.

Pemerintah terus membangun infrastruktur sarana dan prasarana transportasi agar semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi massal.
“Saya sangat senang sekali Terminal Pakupatan ini ramai. Ada 400 bus setiap hari. Dengan terminal yang modern, kita harapkan busnya semakin bertambah, penumpangnya bertambah. Ini yang kita harapkan,” ucap Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Terminal Pakupatan, beberapa waktu lalu.
Hal senada disampaikan oleh Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, tujuan revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A Pakupatan untuk penyediaan sarana dan prasarana transportasi bagi warga Kota Serang dan sekitarnya.
“Revitalisasi ini sangat penting karena letak Serang sangat strategis. Menghubungkan dari Sumatera ke Jawa, Jawa ke Sumatera, dan jumlah penumpangnya relatif baik karena cukup banyak yang mau ke Sumatera ataupun Jawa,” ujarnya.
Terminal Penumpang Tipe A Pakupatan berdiri sejak 1995 yang pada 2022, terminal seluas 30.569 meter persegi tersebut mulai direvitalisasi dengan biaya Rp 26,9 miliar yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan telah diselesaikan pada tahun 2023.
Pembangunan Terminal Tipe A Pakupatan mengusung pola mix use sehingga terminal tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tapi juga sebagai pendorong perekonomian daerah dengan berbagai fasilitasnya.
Dari sisi desain, bentuk denah, selubung, serta atap, Terminal Tipe A Pakupatan mengadopsi motif batik Banten yaitu Pamaranggen yang bermakna tempat pengrajin keris dan asesoris pada masa Kesultanan Banten.
Lebih lanjut, atap bangunan bagian depan dan belakang menggunakan roof garden sebagai bagian dari konsep green building. Kemudian, dinding bangunan mayoritas terbuat dari kaca sebagai bagian dari konsep modern.
Integrasi Sistem Tranportasi
Presiden Joko Widodo juga mengatakan, saat ini wilayah perkotaan mengalami masalah yang sama yaitu kemacetan.
“Oleh karenanya kita bangun dan kenalkan MRT, LRT, KRL, Transjakarta (Bus Rapid Transit/BRT). Semua itu untuk mendorong masyarakat agar menggunakan transportasi umum dan meninggalkan transportasi pribadi,” tuturnya.
Rencana pengembangan ke depan termasuk peningkatan kapasitas terminal dan integrasi dengan sistem transportasi lain seperti KRL Commuter Line dan bus rapid transit (BRT), yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memudahkan mobilitas masyarakat.
Sejarah panjang Terminal Pakupatan tidak hanya mencerminkan perkembangan infrastruktur Kota Serang, tetapi juga perannya yang krusial dalam mendukung mobilitas dan perekonomian wilayah Banten secara keseluruhan.
Sebagai penghubung utama transportasi darat di Banten, terminal ini akan terus memainkan peran penting dalam melayani masyarakat Serang dan sekitarnya untuk generasi mendatang. (sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan