Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia, (MUI) Kota Tangerang Selatan gelar acara Pelatihan Master of Ceremony (MC) yang diikuti oleh 70 peserta dari perwakilan seluruh kecamatan se-Tangsel di Gedung Kelembagaan Pamulang, Kamis (19/12/2024).

Kegiatan tersebut menekankan  pentingnya penguasaan materi acara bagai siapa saja yang hendak menjadi MC.

Demikian disampaikan oleh Sekertaris MUI Tangsel KH Abdul Rojak ketika ditanya wartawan tentang tahapan menjadi MC yang baik dan benar.

Dirinya berkata, MC adalah penguasa acara sehingga harus punya wawasan luas terkait mataru acara yang berlangsung.

“Dalam standar protokol pemerintahan ada regulasinya dalam menjalankan tugas seorang MC. Terutama menyangkut jenis-jenis acara, resmi dan lainnya,” tuturnya

Alumni Doktoral Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung tersebut menjelaskan kebiasaan bagi MC yang sulit ditanggulangi adalah demam panggung, yakni rasa gugup dan kurang percaya diri dalam melaksanakan tugas menjadi MC.

Dirinya berbagi cerita ketika pertama kali menjalankan tugas  sebagai MC semasa menjalani pendidikan di Pesantren Darussalam Ciamis dari amanah gurunya.

“Waktu itu kita diajari untuk memandang para peserta dengan penuh keyakinan. Kalau perlu menghilangkan rasa sungkan dan lainnya,” katanya.

Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa sungkan, dirinya menganjurkan untuk berusaha memahami materi acara, karakter nara sumber dan suasana acara.

“Boleh juga nanti kan bisa sisipan lelucon ringan tanpa menghilangkan khidmat acara. Itu bisa membantu meringankan seseorang dalam melaksanakan tugas sebagai MC,” saran dia.

Dia juga membandingkan profesi MC dari cara pernikahan, seminar sampai acara resmi kenegaraan yang ada di tanah air.

Menurutnya, dalam acara pernikahan biasanya seorang MC kerap menggunakan lelucon yang bisa membuat calon pengantin laki-laki tidak gugup. Bahkan membuat wali nikah juga menjadi tenang dalam menjalankan tugasnya menikahkan calon pengantin perempuan.

“Intinya mah yang pertama kuasai dulu materi acara, selebihnya bisa menyusul,” bebernya.

Sekum MUI Tangsel KH Abdul Rojak. Foto: Istimewa.

Selaku pemateri Chanda Saputra menjelaskan kiat-kiat bagaimana menjadi MC yang profesional. Memang tidak mudah menjadi MC. Perlu proses yang panjang dan jam terbang tinggi. Secara makna luas MC bagian dari aktivitas public speaking.

“Secara makna public speaking menyampaikan pendapat dibuka umum dengan materi yang telah ditentukan. Disampaikan secara jelas, percaya diri sehingga sampai ke telinga para pendengar,” ujarnya.

Lanjut ia, kegiatan yang termasuk publik speaking, MC, narasumber, moderator, pemimpin rapat atau pertemuan, sambutan, presentasi, penyiar radio, diskusi dengan rekan kerja,” ia merinci.

Begini cara menjadi MC yang perlu diperhatikan, attitude, penampilan, pakaian, datang satu jam sebelum acara, suara, dan bahasa serta bahasa tubuh, pandangan mata dan senyum.

“Sedangkan MC dapat dibagi menjadi tiga kriteria, ada yang formal ciri-cirinya suara bulat, tidak boleh improve, posisi on point, tidak boleh smiling voice. Kedua semi formal, cirinya suaranya lebih bervariasi, boleh berimprovisasi,wajib smiling voice dan kriteria ketiga non formal. Ciri-cirinya, suara ceria, ekspresif, wajib improvisasi, wajib posisi pindah,” bebernya.

Bagi pemula, berlatih di depan cermin. Meminta teman atau saudara untuk mengkritik. Sering membaca, kecepatan membaca, perhatikan artikulasi, intonasi dan tanda baca saat membaca,” ia sampaikan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com