Beritabanten.com – Nasib miris dialami siswi kelas 11 Jurusan Perhotelan di SMK Pariwisata Puspa Wisata ini. Betapa tidak, disaat teman-temanya yang lain sudah bisa magang, ia malah ditolak sejumlah hotel.
Lebih mirisnya lagi, siswi berinisial IS ini sudah sempat diwawancara beberapa hotel. Sayangnya, ia yang berkebutuhan khusus tersebut tetap saja ditolak.
Orang tua IS pun menceritakan kejadian yang dialami anaknya itu di media sosial.
“Dia sudah wawancara di dua hotel bintang empat dan dua hotel bintang tiga, tetapi gagal,” ucap Indrawati, dikutip dari videonya yang viral.
Karena kejadian itu, IS hanya berdiam diri di rumahnya selama delapan hari. Sementara, teman-teman IS telah mendapatkan tempat PKL.
“Sekarang ini sudah hari kedelapan, dia hanya di rumah seorang diri karena belum mendapatkan tempat magang. Sementara teman-temannya sudah dapat tempat magang, baik itu kelas 11 Jurusan Perhotelan maupun Perkantoran,” papar Indrawati.
Khawatir anaknya tertinggal mengikuti kegiatan PKL, Indrawati memohon bantuan kepada Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Pasalnya, pihak sekolah hingga kini belum menemukan cara agar putranya bisa mendapatkan tempat PKL.
Indrawati tak muluk-muluk mengenai penempatan putranya apabila ada pihak yang memberikan kesempatan untuk PKL.
“Mungkin sebagai house keeping atau tukang sapu, tukang bersih-bersih atau kaca dan sebagainya. Begitu Pak Ben, saya minta tolong,” paparnya.
Terkait hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie menyesalkan adanya hotel yang menolak siswa berkebutuhan khusus untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang.
Benyamin sendiri mengaku telah mendapatkan laporan itu langsung dari orang tua siswa tersebut.
Ia pun turut menyesalkan adanya kejadian serupa yang menimpa salah satu anak kebutuhan khusus di Kota Tangsel.
Menurutnya semua siswa harus mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan semua tahapan pendidikan, termasuk PKL.
“Saya menyesalkan tidak difasilitasinya anak berkebutuhan khusus untuk ikut magang sebagai bagian dari praktek kerja lapangan dari sekolahnya,” kata Benyamin.
Orang nomor satu di Kota Tangsel itupun telah memerintahkan Dinas Pariwisata Kota Tangsel yang membawahi salah satunya bagian perhotelan untuk membantu siswa tersebut.
“Saya sudah tugaskan Dinas Pariwisata untuk menjembatani keperluan tersebut,” pungkas Benyamin Davnie. [Red]
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan