Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan soroti potensi besar dakwah digital sebagai pilihan taktis menyampaikan pesan keagamaan di masa mendatang.

Demikian mengemuka dalam Pelatihan Rancang Bangun Dakwah Digital’ yang diselenggarakan oleh Komisi Informatika dan Komunikasi MUI Kota Tangsel yang diselenggarakan di Kantor Kelembagaan, Pamulang, Tangsel, Kamis (6/11/2024).

“Saya tidak mengerti apa itu dakwah digital,” kata Ketua Umum MUI Tangsel KH Saidih ketika memberi sambutan.

Pernyataan tersebut mengundang tawa riuh para peserta yang terdiri dari utusan berbagai perguruan tinggi, organisasi masyarakat (ormas) Islam dan Pengurus MUI Tangsel.

Ulama kharismatik tersebut tidak tersinggung malah menyatakan bahwa memang tidak mengerti betul seperti apa dakwah digital tersebut karena dirinya sudah terbilang generasi kolonial.

“Memang saya tidak mengerti,” ucapnya singkat.

Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah ini melanjutkan, cara berdakwah bisa berkembang berdasarkan tuntutan zaman dengan tetap memperhatikan prinsip dasar dakwah.

“Ajaklah orang itu dengan penuh hikmah, nasihat baik sekaligus menunjukkan sesuatu dengan cara tepat,” ungkapnya, Kamis.

Dia mencontohkan penggunaan bahasa isyarat dalam pergaulan sehari-hari bisa sangat mungkin melahirkan salah paham.

“Katakanlah kita bilang mau beli emas dari Arab dengan memegang lengan pada istri kita, tapi kan orang lain bisa saja berpandangan beda,” ungkapnya, lagi-lagi mengundang galak tawa.

Dia akhirnya berpesan agar jangan sampai putus asa untuk mengajak orang berbuat kebaikan, meski itu sangat berat dilakukan.

“Saya yakin kita semua bisa terus mengajak berbuat baik, sepanjang bisa menjalaninya dengan tulus dan ikhlas,” pungkasnya.

Paparan materi pengurus MUI Tangsel Azharul Fuad Mahfudh.

Jihad Digital

Melakukan dakwah digital itu dikatakan oleh Sekertaris MUI Tangsel Abdul Rojak mempunyai potensi besar untuk dilakukan oleh setiap orang.

“Coba bayangkan dalam sebuah kereta, ada sekita 5000 orang yang menggunakan gadget. Itu potensial jadi dakwah digital,” katanya, turut memberi sambutan dalam acara tersebut.

Dirinya mencontohkan beragam sajian digital di media sosial yang kini sudah mulai banyak diminati karena bisa diakses kapan saja dengan mudah.

“Zamannya memang berubah dari dulu keliling ke majelis taklim dan pengajian. Sekarang semuanya ada dalam genggaman tangan masyarakat, yakni hp,” ucapnya.

Dia meminta semua peserta bisa melakukan jihad digital, yakni dengan berusaha keras untuk melahirkan konten dakwah yang menarik dan inspiratif.

“Jihad digital itu harus kita ramaikan dalam kegiatan berselancar di dunia maya. Zaman sudah berubah,” katanya.

Kedepannya, kata dia, MUI Tangsel akan merancang program dakwah digital secara terencana mengingat kebutuhan masyarakat akan hal itu makin meningkat.

“Masyarakat lebih sering membuka hp daripada yang lainnya. Harus terus kita manfaatkan. Bisa jadi kita buat permainan bagi anak-anak tapi sarat nilai Islam,” pungkasnya

Kolaborasi Produktif

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat Kota Tangsel Rizkiyah menyambut baik ajakan dakwah digital mengingat dunia komunikasi sudah banyak berubah.

“Kita ini sebagai suami istri saja, lebih sering mojok dengan hp dibandingkan pekerjaan yang lain,” ucapnya.

Karenanya, dia menyatakan pelatihan dakwah digital tersebut merupakan langkah strategis dalam menjadikan masyarkat lebih baik lagi.

“Ini merupakan kolaborasi produktif antara MUI Tangsel dan Pemkot Tangsel dalam menata kehidupan keagamaan,” ucapnya.

Kedepannya, dia akan terus mendorong dengan skema pembiayaan yang lebih besar lagi sebagai komitmen Pemkot Tangsel untuk kegiatan positif keagamaan.

“Kalau sudah melihat langsung kegiatannya, tidak mustahil pendanaannya ditingkatkan lagi. Kan jelas banget manfaatnya, terutama untuk anak muda Tangsel,” imbuhnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com