Beritabanten.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meyakini  kinerja pemerintah daerah (Pemda) di tanah air mampu menangani tuberkulosis (TBC) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keyakinan itu berangkat dari pengalaman Pemda ketika menangani pandemi Covid-19. Terdapat sinergi kuat yang memastikan semua program kesehatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pengalamn tersebut juga bisa menjadi modal dalam penanganan penanganan TBC dan MBG.

“Kalau TBC ini kuncinya nomor satu, teman-teman kepala daerah serius aja tuh, jadikan prioritas,” kata Tito, dilihat redaksi dalam keterangan resmi yang disebarluaskan, Selasa (30/9/2025).

Menurut Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kasus dan kematian akibat TBC.

Untuk itu, Tito meminta Pemda menjadikan penanganan TBC sebagai prioritas utama, dengan membentuk tim khusus di setiap kabupaten, kota, dan provinsi. Evaluasi rutin, screening massal, serta koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan TBC berjalan optimal.

“Ini menjadi atensi yang serius bagi kita, dan mohon ini juga menjadi sinyal bahwa penanganan TBC ini menjadi perhatian dan priority dari semua daerah juga,” ucapnya.

Selain itu, Mendagri juga mendorong Pemda berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program MBG.

Melalui keterlibatan Dinas Kesehatan, ahli gizi, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Pemda diharapkan mampu memastikan kualitas makanan tetap sehat, aman, dan bergizi, sehingga anak-anak Indonesia terjamin kesehatannya.

“Pemerintah optimistis target penuntasan TBC dan keberhasilan program MBG dapat tercapai, sebagaimana terbukti saat pengendalian pandemi Covid-19,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com