Beritabanten.comLiam Payne meninggal dunia setelah jatuh dari balkon lantai empat di CasaSur Palermo Hotel, Buenos Aires, Argentina pada 16 Agustus 2024.

Dalam laporan TMZ pada Kamis, (17/10/2024) menyebut kematiannya sebagai aksi ‘bunuh diri’ dengan mengutip sebuah komunikasi untuk Kementerian Keamanan Buenos Aires Pablo Policicchiomengatakan kepada Associated Press bahwa Liam Payne “melompat dari balkon kamarnya’.

Penyanyi berusia 31 tahun ini telah beberapa kali terbuka tentang masalah kesehatannya, termasuk kesulitan menjaga ketenangan dan pertempurannya melawan penyalahgunaan alkohol serta obat-obatan.

Pada tahun 2023, ia mengungkapkan di media sosial bahwa ia sering mengalami momen “manik” dan sulit mengendalikan diri.

“Jadi, maksud saya, saya telah merekam banyak hal ini dari waktu ke waktu dan menghapusnya, tetapi saya tidak tahu apakah ini saat yang tepat …,” ia memulai videonya.

“Saya menyebutkan bahwa saya telah didiagnosis dengan beberapa kondisi. Tidak terlalu mendetail, tapi salah satunya yang saya alami, pada dasarnya, ada banyak hal gila dalam hidup saya yang kalian lihat,” lanjut Payne.

TMZ juga melaporkan bahwa Payne menyebutkan bahwa ia didiagnosis dengan beberapa kondisi yang membuatnya sulit untuk tetap stabil.

Pada tahun 2022, masih menurut TMZ, Payne juga mengalami masa sulit setelah menerima kritik dari publik terkait komentarnya tentang mantan rekan bandnya di sebuah podcast.

Ia mengaku bahwa reaksi negatif tersebut membuatnya merasa sangat terpuruk hingga tidak meninggalkan rumah selama tiga bulan.

Payne pun meminta maaf kepada para penggemar dan mengakui bahwa ia sedang berjuang dengan masalah pribadi yang membuatnya melampiaskan kemarahannya kepada orang lain.

Tangkapan layar unggahan terakhir berisi kemersraan Liam Payne bersma sang kekasih Kate Cassidy di Tik Tok Liam Payne.

Kembali ke tahun 2021, Payne secara terbuka berbicara tentang pertempurannya dengan depresi dan kecanduan zat selama masa kejayaannya di One Direction.

Ia mengakui bahwa tekanan besar dari ketenaran global membuatnya beralih ke obat-obatan dan alkohol sebagai cara untuk mengatasi rasa stres dan kecemasannya.

Payne bahkan mengonfirmasi bahwa ia sempat mengalami pemikiran untuk bunuh diri pada masa-masa tergelapnya.

Meskipun ia dikelilingi oleh orang-orang yang peduli dan berusaha membantunya, Payne merasa sulit untuk melawan gejolak emosional yang ia alami.

Ia berharap dengan keterbukaannya, orang lain yang mengalami hal serupa bisa merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka. (azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com