Beritabanten.com CEO Jeju Air, Kim E-bae, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban kecelakaan pesawat yang terjadi di Bandara Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12).

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 96 orang, sementara 181 penumpang berada di dalam pesawat yang hampir hancur setelah mendarat darurat.

Dalam konferensi pers singkat, Kim menegaskan bahwa saat ini perusahaan fokus pada dukungan kepada keluarga korban.

Ia juga menyebutkan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan tidak memiliki catatan insiden sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum penerbangan.

“Dengan tulus, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah mempercayakan keselamatan mereka kepada Jeju Air. Pada pukul 09.03 tanggal 29 Desember, penerbangan 7C2216 dari Bangkok ke Muan mengalami kebakaran saat mendarat di Bandara Internasional Muan. Kami mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang kehilangan orang tercinta. Saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, dan kami menunggu hasil resmi dari pihak berwenang,” kata Kim E-bae.

Ia menambahkan, meski penyebab kecelakaan belum diketahui, sebagai CEO, dirinya merasa bertanggung jawab penuh atas insiden ini.

Kim juga berjanji untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelidiki penyebab kejadian tersebut dan memberikan dukungan maksimal kepada keluarga korban.

Pesawat yang membawa 181 penumpang dari Bangkok tersebut hampir hancur total setelah mendarat darurat di Bandara Muan. Proses pencarian jenazah berjalan lambat karena kondisi puing-puing yang sulit dijangkau.

“Pesawat ini hampir hancur total, sehingga identifikasi jenazah memakan waktu lama. Banyak korban ditemukan terlempar dari badan pesawat setelah benturan dengan penghalang,” ungkap seorang pejabat pemadam kebakaran.

Otoritas penerbangan Korea Selatan tengah menyelidiki kecelakaan ini dengan dugaan sementara bahwa pesawat terlibat tabrakan dengan kawanan burung yang merusak roda pendaratan. Cuaca buruk juga dianggap sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini.

Peristiwa ini merupakan kecelakaan terburuk bagi maskapai Korea Selatan sejak tragedi Korean Air di Guam pada tahun 1997, yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Sebagai respons terhadap insiden ini, Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan memerintahkan kementerian luar negeri untuk memberikan bantuan kepada warga negara Thailand yang menjadi penumpang.

Sementara itu, Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, langsung mengunjungi lokasi kecelakaan dan menyatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan segala sumber daya untuk menangani dampak dari insiden tersebut.

“Kami akan memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan maskapai,” ujar Choi.

Saat ini, Bandara Muan telah membatalkan semua penerbangan domestik dan internasional hingga pemberitahuan lebih lanjut. (Chk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com