Beritabanten.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan imbauan kepada pengemudi yang akan melakukan perjalanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) agar tidak berkendara lebih dari delapan jam.
Ia meminta para pengemudi segera beristirahat jika merasa lelah, guna menjaga keselamatan di jalan.
“Kemampuan masyarakat untuk berkendara maksimal 7 atau 8 jam, setelah itu kami harapkan apabila memang capek segera istirahat. Sudah kami siapkan tempat-tempatnya di pos pelayanan, pos pengamanan, dan rest area,” ujar Kapolri usai Rapat Koordinasi Persiapan Nataru di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).
Kapolri juga menegaskan bahwa Polri telah menyiapkan rumah sakit rujukan di titik-titik rawan kecelakaan. Sosialisasi tentang lokasi rawan kecelakaan dan pentingnya mematuhi kecepatan berkendara juga terus dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dan korban jiwa.
“Kami minta rekan-rekan terkait untuk menyosialisasikan di daerah rawan kecelakaan, mengingatkan masalah kecepatan dan kehati-hatian,” imbuhnya.
Sigit juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan, terutama bagi yang melintasi jalur laut atau darat. Dengan adanya potensi hujan lebat dan ombak tinggi, masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca untuk menghindari risiko serta penumpukan di dermaga.
“Kami himbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan informasi cuaca lebih awal, sehingga risiko dapat diminimalkan,” kata Sigit.
Kapolri memprediksi puncak arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan pada tanggal 21 Desember 2024, bersamaan dengan dimulainya libur sekolah. Gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 28 Desember 2024.
“Dari survei yang dilakukan, diperkirakan ada peningkatan jumlah pemudik sebesar 2,83 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total sekitar 110,6 juta orang,” jelas Kapolri.
Dalam rangka pengamanan musim Nataru, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait telah mendirikan 2.794 posko yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Rinciannya meliputi:
• 1.852 pos pengamanan
• 735 pos pelayanan
• 207 pos terpadu
Selain itu, sebanyak 61.452 objek pengamanan telah dipetakan, mencakup gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga lokasi perayaan tahun baru.
“Dengan kerja sama antara TNI, Polri, dan berbagai pihak, kami berharap pengamanan dapat berjalan lancar dan masyarakat merasa aman selama libur Nataru,” tutup Sigit. (Shv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan