Beritabanten.com – Kondisi perekenomian nasioal biasanya akan bedampak pada ekonomi daerah. Termasuk di Kabupaten Pandeglang dibandingkan Kabupaten dan atau Kota di Provinsi Banten.

Oleh karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang angkat bicara terkait kenaikan harga barang dan jasa. Inflasi Pandeglang secara year-on-year (y-on-y) Juni 2024, sebesar 2,06 persen.

Sementara secara month-to-month (m-to-m), terjadi deflasi sebesar 0,52 persen. Jika mengacu pada year-on-date atau enam bulan kalender terakhir, inflasi di Pandeglang hanya sebesar 1,24 persen.

Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto menilai inflasi y-on-y Pandeglang, terhadap Juni 2023 dan Juni 2024 sebesar 2,06 persen, merupakan yang terendah di Provinis Banten.

“Disusul oleh Kabupaten Lebak sebesar 2,1 persen, Kota Serang 2,64 persen, dan Kota Tangerang 2,95 persen. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilegon dengan nilai 3,2 persen,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/7/2024).

Inflasi di Pandeglang pada Juni kemarin, dianggap masih terkendali dan sesuai target. Sebab pemerintah menargetkan untuk menjaga inflasi dikisaran 2,5 persen.

“Kita ketahui bahwasanya target pemerintah untuk menjaga inflasi ini adalah dikisaran 2,5 persen sehingga masih dalam ring target dari pemerintah,” ujarnya.

Namun begitu, jika dilihat secara m-to-m, inflasi Pandeglang bulan Juni dibanding Mei yang tercatat 0,52 persen, masih kalah tipis dengan Lebak yang mencatatkan inflasi m-to-m sebesar 0,56 persen.

Widijanto mengungkakan, penyumbang utama deflasi bulan Juni 2024 terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mana mempunyai andil inflasi sebesar 0,59 persen.

Komoditas utama penyumbang deflasinya antara lain tomat, bawang merah, telur ayam ras, ikan mas, dan ikan kembung.

“Sementara jika melihat secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, juga menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 1,07 persen,” ucapnya.

“Komoditas penyumbang utamanya kopi bubuk, daging ayam ras, tomat, emas perhiasan, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, padi, dan martabak,” dia tambahkan.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan inflasi global masih terbilang tinggi dan belum ada kabar kapan akan melandai

“Inflasi masih cukup keras kepala, belum turun. Ini disebabkan kalau dulu karena komoditas, sekarang faktornya pada biaya sewa dan upah tenaga kerja yang terjadi di negara-negara maju sehingga faktor kontributor inflasi di negara maju belum relatif menurun, meskipun komoditas-komoditas sudah bergerak relatif menurun,” ucapnya, dilantis dari detik pada Senin 8 Juli 2024.  (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com