Beritabanten.com – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Korea Selatan selama dua hari terakhir telah menewaskan sedikitnya empat orang dan memaksa lebih dari 1.300 warga meninggalkan tempat tinggal mereka, menurut laporan pejabat setempat pada Kamis, 17 Juli 2025.

Salah satu korban jiwa dilaporkan tewas setelah mobil yang dikendarainya tertimbun reruntuhan dinding penahan jembatan layang yang ambruk di Osan, wilayah yang berada di selatan ibu kota Seoul, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Rabu malam.

Tiga korban lainnya ditemukan dalam situasi terpisah pada hari Kamis. Mereka masing-masing ditemukan di dalam mobil yang terendam banjir, hanyut di sungai kecil, serta terjebak di ruang bawah tanah yang dipenuhi air di wilayah bagian selatan.

Pihak Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan menyebutkan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan apakah seluruh kematian tersebut benar-benar berkaitan langsung dengan intensitas hujan yang terjadi.

Data terbaru dari kementerian juga menunjukkan bahwa sebanyak 1.382 orang terpaksa mengungsi akibat banjir, dan 46 penerbangan domestik telah dibatalkan sebagai langkah antisipasi.

Wilayah yang terdampak paling parah berada di Provinsi Chungcheong Selatan, terutama di bagian selatan provinsi tersebut, di mana tercatat curah hujan mencapai 420 milimeter sejak Rabu.

Pemerintah Korea Selatan saat ini terus memantau kondisi cuaca dan memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com