Beritabanten.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pandeglang.  

Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta Pemkab Pandeglang untuk membatalkan MoU atau perjanjian kerja sama terkait penerimaan sampah dari luar daerah.   

“Kami minta dibatalkan MoU penerimaan sampah dari daerah lain,” ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya, pada Kamis (10/10/2024). 

Mahasiswa menilai pengelolaan sampah di Pandeglang masih belum optimal. Mereka mencatat bahwa sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 550 ton per hari, sementara Pemkab Pandeglang hanya mampu mengolah sekitar 100 ton.  

Mahasiswa merasa heran dengan kebijakan Pemkab Pandeglang yang menerima sampah dari Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang setiap harinya menyuplai sekitar 60 ton sampah ke Pandeglang.   

“Pengelolaan sampah di Pandeglang belum maksimal, tetapi malah menampung sampah dari daerah lain,” katanya.  

Wakil Ketua Pengurus Cabang PMII Pandeglang, Yolan Muzaki, menilai pemerintah mengalami kebuntuan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).  

Dia berpendapat bahwa masih banyak potensi pendapatan dari sektor lain yang dapat dimanfaatkan oleh Pemkab untuk meningkatkan PAD. 

“Menaikkan PAD dari sampah itu tidak tepat. Sementara daerah lain menolak, Pandeglang malah menerima, ini artinya Pandeglang dihina oleh daerah lain,” ungkapnya.  

Yolan juga menegaskan bahwa tiga tempat pembuangan akhir (TPA) di Pandeglang sudah tidak mampu menampung sampah. Jika terus menerima sampah dari luar, Pandeglang akan menghadapi masalah besar dengan menjadi “lautan sampah”.  

“Kami minta agar MoU ini dibatalkan, jika tidak, masa depan Pandeglang akan dipenuhi sampah,” tandasnya. [Hny] 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com