Terwelu ? Ya, tapi kata ini bukan berarti binatang yg nama latinnya Lepus nigricollis itu, tetapi bahasa gaul di dunia maya untuk menyebut kata “terlalu”.

Istilah ini dipopulerkan oleh Komedian Lies Hartono (yang lebih dikenal dgn nama “Cak Lontong”) pada awalnya & bahkan banyak dijadikan sticker dalam bahasa komunikasi di WA (WhatsApp) utk respon bilamana mau menanggapi suatu hal yang dianggap keterlaluan.

Jadi memang sebenarnya rada keterlaluan bilamana hari-hari ini Viral hampir di semua platform media sosial (FB/Facebook, IG/Instagram, X/Twitter, TikTok bahkan dalam banyak WAG/Group WA) candaan atas hasil karya desain Seniman Nyoman Nuarta.,

Dia juga merancang Patung Pemotor di Sirkuit Mandalika dimana kali ini diwujudkan dalam bangunan yang menjadi latar belakang Istana Garuda di IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara itu.

Perbincangan yang sangat Viral tersebut muncul setelah beredar Video BEV (Bird Eye View) menggunakan Drone yang tampak sebelumnya sengaja diedarkan untuk (mungkin) tujuannya membuat “kagum & takjub” yang melihat, namun ternyata malah berujung komentar miring dari mostly Netizen di Jagad Maya.

Nyaris sangat minim -utk tidak menyebutnya “tidak ada”- komen positif, karena rata2 yang muncul adalah bernada negatif semua.

Mulai dari yang mengatakan “Warnanya suram, Segelap masa depannya”, “Kepala Garuda-nya kenapa menunduk? Malu?”, “Segitu saja jadinya dgn Beaya sampai 2 Trilyun?”, “Katanya yg desain Maestro Seniman, kok cuman segitu saja jadinya? “Kayaknya pendapat Eddy Mulyadi tentang Jin yg dibuang ternyata benar” sampai ada yang mengatakan bangunan tersebut jadinya seperti “Rumah Voldemort, Mistis”.

Siapa itu Voldemort? Bagi pecinta Komik & Film Harry Potter, sebenarnya mana Lord Voldemort bukanlah sosok yg asing. Karena dia adalah seorang tokoh ciptaan JK / Joanne Rowling dalam novelnya yg sangat populer terbitan 1997-2007 itu. Memang -uniknya, alias sangat tepat karakternya- Voldemort digambarkan sebagai tokoh yang sangat jahat, kejam, licik, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Tokoh jahat ini terlahir dgn nama Tom Marvolo Riddle, Voldemort dikenal sbg salah satu siswa Hogwarts yang paling “menyala” di masanya. Tidak heran, ia sangat hebat dalam sihir & ditakuti oleh nyaris seluruh penyihir hingga rakyat sihir takut untuk sekedar menyebut namanya. Sehingga, Voldemort kerap disebut sebagai “Pangeran Kegelapan”, atau “Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut”.

Terlepas dari “cocok” atau tidaknya sosok Lord Voldemort yg diistilahkan Netizen utk menyebutnya, JK Rowling sendiri pernah mengatakan bahwa Voldemort sebanding dgn Adolf Hitler & ideologinya dapat disamakan dgn Naziisme. Dia juga membandingkan Voldemort dgn Joseph Stalin & Saddam Hussein.

Untung ditahun2 tsb dia belum mengenal negeri Konoha & Wakanda, bisa2 “tokoh” yg disebutnya bertambah, karena ini memang faktual yang dikatakannya, bukan ilmu cucokologi.

Dari sisi desain (Bangunan berbentuk Burung), sebenarnya juga tidak murni 100% orisinal, karena meski berbeda pose-nya, Patung Burung Raksasa sebelumnya sudah pernah ada di Jatayu Earth’s Centre, Negara Bagian Kerala, India.

Patung Burung disana memang hanya memiliki panjang 61 m dgn 21 m & lebar sayap 45 m, meski begitu sempat membuatnya memperoleh predikat sbg patung burung terbesar di dunia karena dibuat di 2011 & diresmikan 2017.

Patung karya Seniman India Rajiv Anchal ini menceritakan bagian dari kisah Ramayana dimana Jatayu berjuang melawan Rahwana saat berusaha menyelamatkan Shinta, meski akhirnya kalah dan tinggal satu sayapnya.

Jadi bukan soal Ukuran, meski keduanya sama2 hanya Mitos (karena Jatayu & Garuda sama2 hanya ada dalam Mitologi) memang lebar Bangunan Istana Garuda di IKN adalah 177 m dgn, lengkungan sepanjang 239 m & tinggi 77 m yang dibuat dengan 465 modul yang masing-masing terdiri dari 10 bilah (total ada 4650 baja dari PT Krakatau Steel) dgn total bobot patung tersebut adalah 1.398,3 ton.
Makanya Beaya pembuatannya disebut mencapai 2 Trilyun, karena Ongkos angkut & Semua beaya di IKN (di) naik (kan) 100%, seperti fenomena Rental mobil Alphard saja bisa 25 juta / hari, luar biasa mantab.

Kesimpulannya, memang benar pendapat Netizen, sampai ada pepatahnya “Maha benar Netizen dengan segala Komennya …”.

Karena sebenarnya bukan Kemegahan, Kemewahan, Kebesaran bahkan Kemahalan yg menjadi tolok ukurnya apalagi “Kebanggaan (semu) Masyarakat”, tetapi Apakah semua itu sesuai dgn kondisi Indonesia sekarang ini, apalagi kalau mau dikatakan “Istana Rakyat” sebagaimana konsepnya semula.

Kalau ingin Istana Garuda IKN bermartabat, seharusnya memang mau Introspeksi diri agar jangan bisa disebut “Rumah Voldemort”, Terwelu …

Penulis Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen – Jakarta, 6 Agustus 2024

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com