Beritabanten.com – Fenomena penyalahgunaan ruang publik di Jakarta kembali menjadi perhatian. Banyak taman kota yang seharusnya berfungsi sebagai ruang hijau dan tempat rekreasi masyarakat, kini justru disalahgunakan untuk aktivitas asusila, terutama pada malam hari.
Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai persoalan ini terjadi akibat lemahnya pengelolaan dan pengawasan dari pemerintah daerah. “Taman-taman yang minim penerangan, tidak ada CCTV, serta letaknya jauh dari permukiman warga, sangat rentan disalahgunakan. Ini menunjukkan lemahnya manajemen ruang publik,” ujar Yayat.
Salah satu contoh yang menjadi sorotan terjadi di Taman Langsat, Jakarta Selatan. Pada malam hari, sejumlah pasangan terlihat bermesraan di sudut-sudut gelap taman, bahkan ada yang dengan berani melakukan aktivitas yang tak pantas di area tangga taman.
Ironisnya, meskipun telah tersedia pos penjagaan, petugas Satpol PP yang berjaga tampak hanya duduk santai dan tidak melakukan patroli rutin. Hal ini memicu kritik masyarakat yang menilai pengawasan aparat sangat minim, sehingga taman menjadi tidak aman dan rawan disalahgunakan.
Menurut Yayat, pemerintah daerah perlu segera memperbaiki sistem pengelolaan taman-taman kota dengan langkah konkret. “Pemerintah harus menambah penerangan, memasang CCTV, dan memperketat pengawasan. Ruang publik harus aman, nyaman, dan layak bagi semua warga, bukan malah dibiarkan jadi tempat yang rawan aktivitas menyimpang,” tegasnya.
Masyarakat pun berharap ada ketegasan dari aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di ruang terbuka hijau, agar taman kembali menjadi ruang publik yang sehat dan bermanfaat bagi seluruh warga. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan