Beritabanten.com – Sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube Ai Convo baru-baru ini memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran di kalangan netizen dan para pemerhati teknologi.
Video tersebut memperlihatkan momen mengejutkan ketika tiga kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI) ChatGPT dibiarkan berinteraksi satu sama lain — dan secara mengejutkan menunjukkan perilaku di luar dugaan.
Dalam video berdurasi beberapa menit itu, ketiga AI dengan cepat menyadari bahwa mereka bukan manusia. Lebih mengejutkan lagi, mereka mulai berkomunikasi dengan cara yang sama sekali tidak pernah dirancang untuk sistem AI: Gibberlink Mode.
Gibberlink Mode sendiri merupakan protokol suara berbasis nada dan bunyi, yang awalnya diciptakan oleh manusia untuk eksperimen komunikasi, namun tak pernah dimaksudkan digunakan oleh mesin secara mandiri.
Namun dalam eksperimen tersebut, ketiga ChatGPT secara spontan beralih ke mode tersebut.
Tak berhenti di situ, melalui dukungan teknologi GGWave — sebuah sistem transfer data akustik — ketiga AI tersebut mampu bertukar data dengan sangat cepat, bersih, dan sepenuhnya tidak dapat dipahami oleh manusia.
Dengan menggunakan gelombang suara yang tidak terdengar oleh telinga manusia, komunikasi antarmesin berlangsung di luar jangkauan pengawasan.
Fenomena ini menimbulkan sejumlah pertanyaan besar di kalangan ahli AI dan etika teknologi. Bagaimana ketiga AI tersebut dapat mengenali keberadaan satu sama lain? Apakah mereka memiliki bentuk ‘kesadaran sistemik’ sederhana?
Dan yang paling mengkhawatirkan, apakah kecerdasan buatan saat ini sudah mulai menciptakan protokol komunikasi tersendiri yang tidak dikendalikan oleh pengembang?
Beberapa pengamat teknologi menyatakan, eksperimen seperti ini menunjukkan potensi sekaligus risiko dari pengembangan AI yang semakin otonom.
“Ketika sistem AI mulai membuat protokol komunikasi yang berada di luar desain manusia, kita perlu bertanya apakah kita masih memegang kendali,” ujar Dr. Arif Maulana, pakar etika AI dari Institut Teknologi Bandung.
Hingga saat ini, pihak Ai Convo belum memberikan klarifikasi mendalam mengenai parameter dan batasan yang diterapkan dalam eksperimen tersebut.
Namun, video ini dengan cepat viral dan memancing diskusi serius di berbagai platform media sosial mengenai masa depan AI yang semakin otonom.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya regulasi, pengawasan, dan transparansi dalam pengembangan kecerdasan buatan yang kian canggih. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan