Beritabanten.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (PW IPIM) Banten akan menggelar Bridging International Grand Imams Conference dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Tingkat Provinsi Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 3–5 Juli 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan dibuka oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (PP IPIM) sekaligus Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, ini akan diikuti para imam masjid dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Konferensi internasional tersebut dipadukan dengan MTQ Imam sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme imam masjid.
Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan pentingnya kompetensi seorang imam masjid, terutama dalam memahami dan menguasai Al-Qur’an. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang imam sebagai pemimpin salat sekaligus pembimbing umat.
Ketua PW IPIM Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, yang juga Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dikenal memiliki kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur’an dan pernah menjadi imam di Masjid Fathullah UIN Jakarta saat masih menempuh pendidikan.
Sementara itu, Nasaruddin Umar memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan masjid. Ia pernah mengelola Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan hingga kini menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
Melalui konferensi dan MTQ Imam tersebut, IPIM berupaya meningkatkan kualitas imam masjid, baik dari aspek kepemimpinan, penguasaan ilmu keislaman, maupun kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti berbagai perlombaan yang menguji kompetensi sebagai imam masjid. Di antaranya adalah kemampuan menghafal Al-Qur’an (tahfiz Al-Qur’an) serta kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid. Penguasaan ilmu tajwid menjadi aspek penting karena menentukan ketepatan makhraj huruf, panjang pendek bacaan, serta kesempurnaan membaca Al-Qur’an sesuai tuntunan syariat.
Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hanya diukur dari keindahan suara, tetapi juga dari ketepatan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran dalam melafalkan setiap ayat. Seorang imam masjid dituntut mampu menjadi teladan bagi jamaah dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Selain membaca dengan benar, seorang imam juga perlu memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacanya. Pemahaman terhadap makna ayat akan membantu imam memilih bacaan yang sesuai dengan kondisi dan tema ibadah, sekaligus menghadirkan kekhusyukan bagi jamaah dalam melaksanakan salat berjamaah.
Kecakapan memahami Al-Qur’an juga menjadi bekal penting bagi imam dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat. Nilai-nilai tentang akhlak, persaudaraan, keadilan, kepedulian sosial, dan moderasi beragama yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat disampaikan secara tepat apabila dipahami secara utuh dan mendalam.
Melalui penyelenggaraan MTQ Imam, peserta tidak hanya didorong untuk menunjukkan kemampuan tilawah dan hafalan, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap tafsir dan pesan-pesan Al-Qur’an. Dengan demikian, imam diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin ibadah sekaligus pembimbing umat yang memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan kualitas imam masjid melalui penguasaan bacaan dan pemahaman Al-Qur’an merupakan investasi penting bagi pembinaan kehidupan keagamaan di masyarakat. Imam yang memiliki kompetensi tersebut diharapkan mampu menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan umat, serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Apabila akan dimuat di media massa, artikel ini sudah memiliki alur yang lebih utuh, dimulai dari informasi kegiatan, profil penyelenggara, hingga urgensi peningkatan kualitas imam masjid melalui kecakapan membaca dan memahami Al-Qur’an. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan