Beritabanten.com – Semangat menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah menggema di Provinsi Banten. Momentum Tahun Baru Islam itu diperingati dengan cara yang penuh makna melalui kegiatan Lebaran 1.000 Yatim Dhuafa yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama BAZNAS delapan kabupaten dan kota se-Banten.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Seluruh potensi zakat, infak, dan sedekah dihimpun untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, sehingga momen 1 Muharram benar-benar menjadi hari raya penuh berkah bagi anak-anak yatim.

Sejak pukul 13.00 WIB, Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang pada hari ini Kamis 2 Juli 2026 dibanjiri oleh ribuan peserta memenuhi lokasi acara dengan mengenakan pakaian serba putih.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an, doa, dzikir, dan shalawat mengiringi jalannya kegiatan. Wajah-wajah ceria para peserta menggambarkan kebahagiaan yang lahir dari perhatian dan kasih sayang masyarakat kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

Suasana semakin semarak ketika para relawan mengajak anak-anak mengikuti berbagai permainan, kuis edukatif, hingga hiburan yang disiapkan panitia. Gelak tawa pecah di berbagai sudut lokasi acara saat para peserta berebut menjawab pertanyaan, menerima hadiah, dan berinteraksi dengan para pendongeng.

Tepuk tangan bergemuruh mengiringi setiap penampilan yang sukses menghibur ribuan anak yatim dan dhuafa yang datang dari seluruh penjuru Banten.

Keceriaan semakin terasa saat panitia membagikan bingkisan kepada seluruh peserta. Senyum lebar menghiasi wajah anak-anak ketika menerima uang saku, kaus, tas sekolah, alat tulis, serta berbagai hadiah lainnya.

Tak sedikit yang langsung memperlihatkan bingkisan kepada teman-temannya dengan penuh rasa bangga. Bagi mereka, perhatian, kasih sayang, dan kesempatan berkumpul bersama menjadi hadiah yang tak kalah berharga dibandingkan bantuan yang diterima.

Kehangatan juga tampak dari kebersamaan para relawan, pengurus BAZNAS, guru pendamping, hingga orang tua yang turut mengantar peserta. Mereka berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana layaknya keluarga besar.

Gema shalawat, doa, dan tawa riang anak-anak berpadu menjadi penanda bahwa Tahun Baru Islam di Tanah Sejuta Santri bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan momentum memperkuat kepedulian sosial, menebarkan kasih sayang, serta menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Pimpinnan BANZAS dari delapan kabupaten dan kota di Banten

Fasilitas Memuliakan Yatim Dhuafa

Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten, Pery Hasanudin, menjelaskan seluruh peserta memperoleh berbagai fasilitas sebagai bentuk perhatian kepada mereka. Bantuan tersebut meliputi uang saku, kaus, tas, alat tulis sekolah (ATK), serta layanan transportasi bus dari masing-masing kabupaten dan kota menuju lokasi kegiatan.

Menurut Pery, penyelenggaraan Lebaran 1.000 Yatim Dhuafa merupakan hasil sinergi seluruh BAZNAS kabupaten dan kota di Banten yang bekerja bersama sejak tahap pendataan peserta hingga pelaksanaan acara. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas daerah.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial setiap Tahun Baru Islam, tetapi mampu menjadi gerakan sosial yang terus berkembang.

Semakin banyak masyarakat yang terlibat sebagai muzakki maupun donatur, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak yatim dan keluarga dhuafa di Banten.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzakki, para sponsor, serta BAZNAS dari delapan kabupaten dan kota yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat zakat. Semakin tinggi kesadaran masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk membantu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

“Saya berharap masyarakat bisa berzakat, infak, sedekah, antre seperti haji,” ujarnya.

Wawan menambahkan, BAZNAS akan terus memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terus meningkat. Dengan demikian, penghimpunan zakat di Provinsi Banten diharapkan terus bertumbuh dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan

Kedudukan Strategis Zakat

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa zakat memiliki kedudukan strategis dalam ajaran Islam sekaligus menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara baik dan tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mustahik, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Zakat itu manfaatnya banyak, salah satunya menyucikan jiwa dan harta. Membantu perekonomian umat sekaligus melahirkan keadilan sosial,” katanya.

Dimyati juga mengatakan zakat menjadi jembatan silaturahmi antara muzakki dan mustahik. Hubungan yang terbangun melalui kepedulian tersebut akan memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Ia mengapresiasi berbagai program yang dijalankan BAZNAS karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, fleksibel, dan tepat sasaran. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS perlu terus diperkuat agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat Banten.

Rangkaian Lebaran 1.000 Yatim Dhuafa tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga menghadirkan berbagai hiburan edukatif, penampilan seni, permainan interaktif, serta kegiatan yang membangun semangat dan kepercayaan diri anak-anak. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan membuat para peserta menikmati seluruh rangkaian acara.

Pertama dari kanan, Pimpinan BAZNAS Kota Tangsel Ahmad Rifai selfie bersama tamu undangan

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan kasih sayang bagi anak-anak yatim.

Menurutnya, pengalaman yang dirasakan anak-anak selama mengikuti kegiatan akan menjadi kenangan berharga sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka mendapat perhatian dari banyak pihak yang peduli terhadap masa depan mereka.

“Anak-anak terlihat sangat ceria mengikuti seluruh rangkaian acara. Inilah wujud nyata kebahagiaan anak yatim dhuafa,” tegasnya.

Rifai berharap semangat kebersamaan seperti ini dapat terus dijaga dan dikembangkan di seluruh daerah di Provinsi Banten.

Ia meyakini kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat akan semakin memperkuat gerakan sosial dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Melalui peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat.

Zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial, mengurangi kesenjangan, serta menghadirkan senyum dan harapan baru bagi anak-anak yatim dan dhuafa di Provinsi Banten. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com