Beritabanten.com – Ribuan pengungsi Palestina merayakan tag/bayu-arif-ramadhan/Hijriyah berkumpul di tenda-tenda sederhana yang berdiri di wilayah Idlib, Suriah.

Mereka tidak hanya menerima bantuan pangan, tetapi juga merasakan pesan persaudaraan yang datang dari ribuan kilometer jauhnya: Indonesia tidak melupakan mereka.

Melalui Program Kurban Berkah Palestina, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan daging kurban kepada sekitar 6.700 pengungsi Palestina yang tinggal di sejumlah kamp pengungsian di wilayah Hazano dan Sarmada.

Sebanyak 200 ekor domba yang dikurbankan masyarakat Indonesia menjelma menjadi harapan baru bagi keluarga-keluarga pengungsi yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat konflik berkepanjangan.

Di Kamp Qusaniyah, Shariaa, Qadisiyah, Sarmada, hingga Al-Omareen, warga menyambut kedatangan bantuan dengan penuh syukur. Bagi sebagian keluarga, daging kurban menjadi hidangan istimewa yang jarang mereka nikmati di tengah sulitnya akses pangan dan ekonomi.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, program tersebut menjadi wujud nyata solidaritas rakyat Indonesia terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan yang masih dihadapi rakyat Palestina.

“Kami ingin memastikan amanah masyarakat Indonesia sampai kepada saudara-saudara Palestina yang membutuhkan. Kurban ini bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga simbol kepedulian dan persaudaraan,” kata Sodik, Senin (22/6).

BAZNAS menyalurkan bantuan tersebut pada 27 hingga 29 Mei 2026. Tim di lapangan mendistribusikan daging kurban langsung ke kamp-kamp pengungsian agar manfaatnya benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Sodik berharap bantuan itu dapat menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi yang tidak mudah.

“Iduladha mengajarkan tentang berbagi dan pengorbanan. Kami ingin para pengungsi Palestina merasakan bahwa masih banyak saudara yang peduli terhadap mereka,” ujarnya.

Perjalanan bantuan kemanusiaan itu tidak berlangsung mudah. Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus harus menempuh perjalanan lebih dari delapan jam menuju wilayah Idlib untuk mendampingi proses distribusi.

Mereka melintasi jalan panjang yang membelah gurun dan kawasan-kawasan terdampak konflik demi memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia tiba langsung ke tangan para penerima manfaat.

Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Damaskus Bayu Arif Ramadhan mengatakan, Pemerintah Suriah maupun para pengungsi Palestina menyambut baik program tersebut.

Menurut Bayu, meski baru pertama kali digelar di Suriah, Program Kurban Berkah Palestina langsung mendapat respons positif dari berbagai pihak.

“Para pengungsi menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Mereka berharap bantuan kemanusiaan seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” katanya.

Bagi para pengungsi Palestina, bantuan tersebut mungkin hanya berupa paket daging kurban. Namun di balik itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar: ada jutaan rakyat Indonesia yang terus mengirim doa, kepedulian, dan harapan agar mereka dapat menjalani hidup dengan lebih baik di tengah situasi yang belum menentu.

Melalui kurban, jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan kamp-kamp pengungsian Palestina seolah menjadi dekat. Sebab kemanusiaan selalu menemukan jalannya sendiri untuk menyatukan hati. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com