Beritabanten.com — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Tangerang International Development Seminar (TIDS) di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan, Senin (25/5/2026). Seminar internasional tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, Maesyal mengatakan seminar itu menjadi wadah merumuskan arah pembangunan daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri dengan fokus pada empat isu strategis pembangunan.

“Tema yang dibahas meliputi infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi kerakyatan, pembangunan manusia, serta riset dan inovasi daerah,” ujar Maesyal.

Menurut dia, empat tema tersebut sangat relevan dengan karakteristik Kabupaten Tangerang sebagai wilayah aglomerasi yang membutuhkan pembangunan terpadu antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

“Sebagai daerah aglomerasi, Kabupaten Tangerang membutuhkan sinergi lintas wilayah dan lintas pemerintahan agar pembangunan berjalan berkesinambungan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Maesyal juga menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam menuntaskan program prioritas pembangunan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola pemerintahan.

“Fokus kami adalah bagaimana pemerintah hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seminar ini diharapkan melahirkan rekomendasi dan konsep pembangunan yang bisa diterapkan di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menjelaskan, seminar internasional TIDS digelar secara hybrid dengan melibatkan sekitar 400 peserta luring dan 200 peserta daring.

Peserta berasal dari unsur pemerintah, akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi pembangunan, hingga organisasi internasional.

“Para peserta dibagi dalam empat ruang seminar paralel yang membahas isu pembangunan secara spesifik, mulai dari pembangunan perkotaan dan pesisir, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, inovasi daerah berbasis riset, hingga tata kelola pemerintahan berbasis transformasi digital,” jelas Soma.

Ia berharap seminar tersebut mampu memperluas wawasan peserta mengenai pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra internasional.

“Hasil seminar ini nantinya akan menjadi dokumen rekomendasi kebijakan bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI periode 2001-2009 Hasan Wirajuda mengapresiasi langkah Pemkab Tangerang yang dinilai terbuka dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah.

“Saya mengapresiasi seminar ini karena menunjukkan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menerima masukan dan merumuskan kebijakan pembangunan,” ujarnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com