Beritabaten.com – Di tengah derasnya arus kehidupan modern, banyak orang mulai disibukkan oleh urusan pekerjaan, media sosial, hingga persoalan duniawi yang tak ada habisnya.

Akibatnya, tradisi menghadiri majelis ilmu, bersilaturahim dengan ulama, dan mengikuti pengajian perlahan mulai ditinggalkan. Padahal, para ulama sejak dahulu telah mengingatkan bahwa jauhnya seseorang dari majelis ilmu dapat berdampak besar terhadap kondisi hati dan perilaku hidupnya.

Demikian mengemuka dalam pengajian Kitab Manhajus Sunnah karya Habib Zein Bin Ibrahim Bin Sumaith yang digelar oleh Yayasan Daarul Hikmah, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel pada Jumat malam 8 Mei 2026.

Pembahas Habib Abu Bakar Bin Hasan Al-Aththos Al-Zabidi mengutarakan pentingnya menghadiri majlis ilmu yang bagi siapa saja meninggalkan 40 hari akan berpengaruh besar pada diri seorang muslim.

Kata dia, sejatinya seorang Muslim untuk terus dekat dengan ulama dan lingkungan orang saleh.

Lalu dia membeberkan materi tentang apabila seorang mukmin selama 40 hari tidak berkumpul dengan ulama atau tidak menghadiri majelis ilmu, maka hatinya akan menjadi keras dan mudah terjerumus dalam dosa besar.

Hal tersebut, dia alamatkan pada wasiat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib:

“Wahai Ali, jika melampaui empat puluh hari seorang mukmin tidak berkumpul dengan ulama, maka keraslah hatinya dan ia akan berani melakukan dosa-dosa besar. Karena sesungguhnya ilmu adalah kehidupan hati.”

Pesan ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan gambaran tentang betapa pentingnya ilmu agama bagi kehidupan manusia.

Hati manusia diibaratkan seperti tanah yang harus terus disirami. Jika lama tidak mendapatkan siraman ilmu, nasihat, dzikir, dan pengingat akhirat, maka hati akan menjadi kering dan keras. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com