Beritabanten.com – City Gallery Tangerang Selatan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan atau Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel pada Sabtu, 25 April 2026, tampak hidup dengan riuh rendah komunitas kreatif bernama Tangsel Creative Foundation (TCF).
Sebagai jejaring komunitas kreatif terbesar di kota Kota Tangerang Selatan, TCF baru saja menyelenggarakan Pemilu Raya TCF. Tidak seperti pemilu pada umumnya, para anggota TCF menggunakan bibit pohon sebagai surat suara, simbol harapan agar komunitas terus “tumbuh” secara kreatif.
“Pemilu Raya TCF adalah demokrasi ala komunitas kreatif. Tidak ada ambang pencalonan, setiap anggota bisa mengajukan diri menjadi Presiden,” ujar Hilmi Fabeta, pendiri TCF.
Pemilu dengan tema ‘Memilih untuk Tetap Tumbuh’ ini digelar secara periodik setiap 3 tahun 9 bulan, dan melibatkan 134 anggota tetap sebagai pemilik suara.
Setiap anggota datang membawa bibit pohon, yang kemudian dimasukkan ke kotak suara khusus, menegaskan keterikatan komunitas ini dengan alam dan simbol regenerasi.
Calon presiden untuk periode 2026–2030 adalah Mas Tomo dan Sir Dandy. Mas Tomo dikenal sebagai pelukis yang mahir dalam teknik sketsa dan still-life, aktif membina seni rupa lokal, dan salah satu penggagas Kelompok Seni Rupa Tangerang Raya (Setara).
Sedangkan Sir Dandy adalah musisi dengan band Teenage Death Star, sekaligus seniman kontemporer yang aktif di berbagai kegiatan komunitas seni dan berfokus pada karya line-art.
Sejak pagi hingga malam, anggota TCF berdatangan, masing-masing membawa bibit pohon pilihan mereka. Aktivitas ini bukan sekadar formalitas: percakapan ringan tentang karya seni, rencana kolaborasi, dan ide-ide kreatif mewarnai setiap sudut gallery.
“Suasana pemilu ini lebih dari sekadar memilih presiden. Ini adalah ritual komunitas untuk menegaskan identitas dan aspirasi kolektif,” kata salah seorang anggota.
Hasil penghitungan suara diumumkan malam itu juga. Dari total suara sah, Sir Dandy memperoleh 46 suara (53,49 persen), sedangkan Mas Tomo 40 suara (46,51 persen). Dengan demikian, Sir Dandy resmi menjadi Presiden baru TCF dan memimpin 45 jejaring komunitas yang terafiliasi, membawa semangat baru bagi komunitas kreatif di Tangsel.
Pemilu Raya TCF menunjukkan bahwa demokrasi bisa diwujudkan dengan cara kreatif, inklusif, dan bernuansa lokal. Alih-alih suara kertas atau digital, komunitas ini memilih simbol kehidupan: bibit pohon yang nantinya bisa ditanam sebagai lambang pertumbuhan komunitas dan kreativitas yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar pemilu. Ini cara kami menegaskan nilai kebersamaan, kreativitas, dan regenerasi,” tutup Hilmi Fabeta, sambil menatap tumpukan bibit pohon yang akan menjadi saksi tumbuhnya TCF periode baru. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan