Beritabanten.com — Upaya memperkuat layanan air minum di Kota Tangerang Selatan memasuki babak baru. Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) bersama Palyja resmi memulai pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Angke 2, yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis, 16 April 2026.
Proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur air bersih di wilayah Tangsel. SPAM Angke 2 dirancang sebagai tahap awal dengan kapasitas 240 liter per detik (lps), yang ke depan akan terintegrasi dengan pengembangan SPAM Cisadane berkapasitas 750 lps. Sinergi dua sistem ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan air perpipaan secara signifikan.
Direktur Utama Tubagus Hendra Suherman menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat Tangsel mendapatkan akses air minum yang layak, berkelanjutan, dan tidak lagi bergantung pada air tanah,” ujarnya.
Pengembangan SPAM Angke 2 memiliki dampak luas, tidak hanya dalam memperluas layanan air bersih, tetapi juga dalam mengurangi eksploitasi air tanah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan. Dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan, diharapkan tekanan terhadap lingkungan dapat ditekan dan keberlanjutan sumber daya air lebih terjaga.
Proyek ini juga mencerminkan pendekatan baru dalam pengelolaan BUMD, di mana kolaborasi dengan pihak swasta menjadi kunci percepatan pembangunan. Dalam perspektif pembangunan infrastruktur, model kemitraan seperti ini dikenal sebagai public-private partnership (PPP), yang memungkinkan proyek strategis berjalan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, langkah ini tidak terlepas dari visi kepemimpinan Tubagus Hendra Suherman yang menempatkan layanan air minum sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Dengan pendekatan yang terencana dan konsisten, PITS berupaya menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program Pemerintah Kota Tangerang Selatan di sektor pelayanan dasar.
Pembangunan SPAM Angke 2 menjadi sinyal kuat bahwa transformasi BUMD di Tangsel tidak berhenti pada capaian kinerja, tetapi terus bergerak menuju kontribusi nyata bagi masyarakat. Ketika proyek ini rampung dan terintegrasi penuh dengan sistem Cisadane, maka wajah layanan air minum di Tangsel diproyeksikan akan berubah, lebih luas, lebih andal, dan lebih berkelanjutan.
Dari kolaborasi ini, satu hal menjadi jelas: ketika visi, kemitraan, dan eksekusi berjalan searah, kebutuhan dasar masyarakat bisa dipenuhi dengan lebih cepat dan lebih baik. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan