Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan di wilayahnya.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, hingga kemudahan dalam memperoleh pembiayaan.

Langkah tersebut dinilai penting di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dan inovatif.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“UMKM merupakan usaha mandiri kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, khususnya di Tangerang Selatan,” ujar Benyamin, dilihat redaksi dalam rilis resmi Selasa (14/4/2026).

“Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus hadir memberikan dukungan dan fasilitas agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan,” dia tambahkan.

Menurutnya, dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan ribu, sektor ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, UMKM juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, sehingga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.

Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, tidak hanya fokus pada aspek kuantitas, tetapi juga kualitas produk UMKM. Para pelaku usaha didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya.

“Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga ruang promosi. Ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM agar bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Benyamin bersalam pelaku UMKM membangun pilar ekonomi kuat dan mandiri di Tangsel – Istimewaw.

Pemberdayaan UMKM Tangsel

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui pendekatan yang komprehensif.

Menurutnya, penguatan dilakukan tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi digital.

“Kami mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan dalam situasi yang penuh tantangan, tetapi juga mampu berkembang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan intensif, pendampingan usaha, serta fasilitasi pemasaran berbasis digital,” jelas Bachtiar.

Ia menambahkan, digitalisasi menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan pasar UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital, produk-produk UMKM Tangsel diharapkan mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga membuka akses kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, perbankan, dan komunitas usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Benyamin menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor kunci dalam mendorong kemajuan UMKM.

“Dengan kolaborasi yang solid, kami optimistis UMKM di Tangerang Selatan akan terus tumbuh, berkembang, dan menjadi motor penggerak utama ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangsel menargetkan UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi, tetapi juga naik kelas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Tangkapan layar flyer pelatihan marketing gratis dari Pemkot Tangsel bagi pelaku UMKM – Istimewa.

Pelatihan Digital Marketing Gratis

Sementara itu, pengurus RT di Kecamatan Pamulang mengaku mendapat ajakan pelatihan marketing digital dari Pemkot Tangsel.

Ketua RT 007 RW 009 Kelurahan Pondok Benda, Zemba, menyatakan bahwa informasi terkait pelatihan tersebut disebarkan melalui grup WhatsApp pengurus RT dan RW di wilayahnya.

Terpantau media dalam grup RT 007 RW 009 Kelurahan Pondok Benda, Zemba aktif mengajak warga untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di tingkat lingkungan.

“Assalamualaikum, izin Bapak/Ibu, kami menyampaikan flyer untuk Pelatihan dan Uji Kompetensi Digital Marketing (bersertifikat BNSP). Silakan mendaftarkan bagi para IKM yang berminat dengan memperhatikan persyaratan yang ada, salah satunya wajib ber-KTP Tangsel,” tulisnya dalam pesan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa proses pendaftaran dan konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui kontak yang tertera dalam flyer.

Menurut Zemba, program pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM), dalam menghadapi tantangan era digital.

“Pelatihan seperti ini sangat membantu warga kami, terutama pelaku usaha kecil, agar lebih memahami strategi pemasaran digital. Dengan begitu, mereka bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Zemba berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut agar mampu meningkatkan daya saing usaha serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Harapannya, warga tidak hanya sekadar ikut pelatihan, tetapi juga bisa menerapkan ilmunya secara langsung dalam mengembangkan usaha masing-masing,” demikian Zemba menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com