Beritabanten.com – Lima kursi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini berada di ujung proses seleksi terbuka.

Setelah melalui seleksi administrasi dan berbagai tahapan uji kompetensi, 25 pejabat lolos administrasi bersiap menghadapi tahap wawancara.

Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan, hasil seleksi diharapkan rampung bulan ini.

“Dalam beberapa hari ke depan, tahap wawancara akan berlangsung. Saya masih menunggu hasilnya,” ujarnya, dilihat redaksi dalam keterangan resmi, Kamis 2 April 2026.

Menurut Benyamin, proses ini penting untuk memastikan posisi-posisi strategis yang kosong dapat diisi oleh kandidat yang paling kompeten.

Wali Kota Benyamin menegaskan, begitu hasil seleksi diperoleh, pemerintah kota akan segera menindaklanjuti dengan pembahasan rotasi dan mutasi jabatan.

“Secepatnya lah. Lima jabatan kosong ditambah yang pensiun di eselon III A dan III B harus segera kita isi,” kata Benyamin.

Lima Jabatan Strategis Diperebutkan

1. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menjadi kunci pengembangan generasi muda dan pembinaan prestasi olahraga daerah.

2. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah yang bertanggung jawab atas manajemen keuangan dan aset yang menentukan efisiensi anggaran.

3. Kepala Satpol PP yang menjaga ketertiban dan penegakan peraturan daerah.

4. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan jadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

5. Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang menyiapkan kebijakan strategis berbasis kebutuhan masyarakat dan manajemen SDM.

Setelah lolos seleksi administrasi, para peserta telah melewati rangkaian ujian ketat: asesmen kompetensi, tes kesehatan dan MMPI, penulisan makalah, hingga presentasi.

Tahap wawancara saat ini menjadi penentu akhir siapa yang layak menempati jabatan strategis ini.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis, menyatakan dukungan atas langkah Pemkot yang membuka seleksi secara terbuka.

Menurutnya, open bidding merupakan bukti nyata penerapan sistem merit, di mana penempatan pejabat berbasis kompetensi dan kinerja, bukan kedekatan politik atau kepentingan tertentu.

“Kami menuntut seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, bebas dari intervensi. Jangan sampai jabatan strategis ini diisi figur yang tidak sesuai kebutuhan organisasi,” tegas RJ.

Dia menambahkan, Panitia Seleksi wajib menjaga independensi dan kredibilitas, terutama karena perhatian publik terhadap proses ini sangat tinggi.

RJ menekankan bahwa kelima posisi ini memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Langkah Pemkot ini dianggap penting untuk menata birokrasi lebih efektif, sekaligus menjadi ujian integritas dan profesionalisme bagi Panitia Seleksi.

Publik Tangsel kini menunggu siapa figur terbaik yang akan mengisi posisi strategis ini, sementara DPRD terus mengawal proses agar berjalan bersih dan transparan.

Lelang jabatan ini menjadi sorotan karena posisi yang dilelang sangat menentukan arah birokrasi dan pelayanan publik.

Open bidding yang diterapkan Pemkot Tangsel menjadi indikator komitmen pemerintah daerah terhadap profesionalisme dan good governance.

Bagaimana hasilnya, akan menjadi cermin bagi kualitas pengelolaan pemerintahan di Tangsel selama periode mendatang. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com