Beritabanten.com –  Wakil Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH Muhammad Sobron Zayyan mengungkapkan pentingnya posisi akal dalam kehidupan manusia yang membedakan dirinya dengan ciptaan lain di muka bumi.

“Manusia memiliki akal sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk bagi dirinya. Ini yang memedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya, seperti binatang,”  katanya ketika mengisi di Pengajian MUI Kota Tangsel, Islamic Center Baiturrahmi BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Rabu 21 Junuari 2026.

Ketua Harian LPTQ Kota Tangsel tersebut menjelaskan, seorang manusia tidak mungkin memilih pasangan berganti-ganti seperti yang terjadi pada dunia binatang. Begitu juga, tidak akan memangsa satu sama lain untuk kebutuhan makanannya.

“Hewan bisa saja memilih pasangan hidup seenaknya tanpa mengindahkan pertalian darah, tapi kan kita tidak mungkin. Apalagi melakukan saling memangsa seperti harimau pada binatang lain,” dia jelaskan.

Meski demikian, dia mewanti-wanti bagi kalangan muslim dalam menggunakan akal dalam kehidupan agar terhindar dari perbuatan yang merugikan di hari kemudian.

“Jangan sampai menggunakan akal begitu rupa, seolah mendewakan akal tanpa mempertimbangkan tatanan nilai yang ada dalam Al-Quran dan hadits. Penggunaan akal yang berlebihan akan menghindarkan diri dari kebenaran hakiki,” saran dia.

“Akal laksana mata dalam kegelapan yang tidak akan bisa melihat tanpa sinar yang didapatkan dari guguran nilai dalam Al-Quran dan Hadits,” dia tambahkan.

Jemaah pengajian MUI Kota Tangse – Ist.

Hawa Nafsu Merugikan

Karana itu, KH Sobron mengajak setiap muslim untuk menyadari pentingnya menggunakan akal karena satu tujuan yang dikehendaki oleh Allah SWT, tanpa ada niat untuk mengikuti hawa nafsu yang akan merugikan seseorang.

“Gunakanlah akal kita semata-mata karena Allah SWT sehingga bisa berjalan dalam rel yang benar sesuai ketentuan syariat,” pinta dia.

Mengambil tindakan tanpa mengikuti ketentuan Al-Quran dan Hadits pada gilirannya akan merugikan kehidupan seorang muslim, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah kelam para pemuja akal dalam masa enabian.

Para sahabat Nabi, diceritakan selalu memohon doa untuk hal kecil sekali pin dalam setiap kehidupannya sebagai bukti kuat di mana kekuasaan Allah SWT melebihi kekuatan akal manusia.

Sementara itu, jika menggunakan akal dengan benar masih menemukan hasil yang merugikan, KH Sobron menyebut peran takdir (ketentaun, red) dalam setiap kehidupan manusia.

Takdir yang merupakan ketentuan dari Allah SWT tersebut, dikatakan, terbagi dua sesuai dengan jenis perbuatannya yakni takdir mubrom dan takdir muallaq.

Takdir mubrom itu menyasar pada ketentuan hidup, mati, kiamat dan sejenisnya, sementara takdir muallaq menyasar pada hasil perbuatan yang tergantung pada usaha setiap manusia.

Seorang muslim diperintahkan untuk terus ikhtiar dalam menjalani kehidupannya agar hasilnya bisa sesuai yang diharapkan.

“Islam tidak melarang umatnya untuk berusaha keras dalam mencari rezeki untuk menjadi kaya raya, tapi tetap meyakinkan hasilnya tetap diserahkan keapada Allah SWT,” demikian KH Sobron menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com