Beritabanten.com – Beredar luas di media sosial berisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro diarak para petugas ke markas besar Badan Pengawas Narkoba (DEA) di New York, Amerika Serikat (AS).
Marwah kepala negara di Amerika Latin tersebut lenyap seketika, layaknya tersangka kriminal, tangan Maduro tetap diborgol.
Maduro dan Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores, ditangkap dalam serangan mendadak oleh pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS di Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari waktu setempat.
Mereka sedang tidur di dalam kediaman mereka di kompleks militer Ft Tiuna yang berkeamanan tinggi di Caracas selama penggerebekan sebelum subuh.
Video Maduro diarak ke markas besar DEA diunggah di X oleh Rapid Response 47, akun respons cepat resmi Gedung Putih, pada Minggu (4/1/2026).
Video tersebut menunjukkan pemimpin berusia 63 tahun itu mengenakan jaket hoodie hitam, berjalan menyusuri lorong dengan karpet biru bertuliskan “DEA NYD”.
“Pelaku berjalan,” bunyi keterangan video yang diunggah akun @RapidResponse47.Dalam video tersebut, Maduro terdengar mengatakan “selamat malam” dan “selamat Tahun Baru” kepada para petugas DEA.
Maduro dan istrinya dilaporkan diseret pasukan khusus Delta Force ketika mereka mencoba melarikan diri ke ruang aman yang dilapisi baja ketika penggerebekan berlangsung.
Mereka awalnya dibawa ke pangkalan militer di Amerika Serikat pada Sabtu malam dan kemudian dipindahkan ke New York City.
Dari markas besar DEA, Maduro akan dibawa ke Pusat Penahanan Metropolitan, sebuah fasilitas federal di Brooklyn, menurut laporan media-media AS.
Pusat penahanan tersebut adalah penjara yang sama tempat rapper Sean “Diddy” Combs ditahan selama persidangannya tahun lalu.
Maduro dan istrinya didakwa dengan “terorisme narkoba”, mengirim berton-ton kokain ke Amerika Serikat, dan kepemilikan senjata ilegal. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan