Beritabanten.com –  Liburan Natal dan Tahun Baru 2026 atau Nataru di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan berjalan seru. Warga yang terpantau media menikmati hari libur bersama keluarga tercinta.

Tidak ada wahana bermain yang istimewa di kawasan Alun-alun Pamulang. Tapi kawasan lapang jadi tempat anak-anak bermain bersama rekannya, berlari dan bercanda sesahutan.

Tidak ketinggalan pasangan muda mudi yang duduk santai menikmati udara cerah pada sore hari, Minggu 27 Desember 2025. Duduk di beton yang berada di sisi kawasan lapangang Alun-alun. Mereka menikmati makanan dan minuman murah meriah.

Bagian barat arah bundaran Pamulang, tepatnya depan Masjid Al Mujahidin terdapat gerai UMKM dengan makanan cepat saji. Berjejer rapih besebrangan dengan mobil dan motor yang terparkir rapih.

Selain itu di pinggir Jalan Raya Padjajaran itu masih tersisa gerai jajanan yang terkadang membuat pengguna jalan tersendat karena kendaraan parkir di bahu jalan.

Sementara di bagian selatan ada gerai lain berdempetan dengan Polsek Pamulang. Lagi, menyediakan jajanan bagi warga yang menghabiskan liburan di alun-alun tersebut.

Kawasan yang biasa ramai sampai malam hari tersebut menjadi pilihan paling memungkinkan bagi warga, selain dekat dengan tempat tinggal para warga, juga menawarkan jajanan yang terjangkau.

Mobil odong-odong terparkir di depan KUA Pamulang selepas turunkan penumpang hendak bermain di Alun-alun Pamulang – Ist.

Seorang warga bernama Warsih dari Kelurahan Pondok Benda mengaku datang bersama keluarga dan tetangga dengan menggunakan mobil odong-odong (mobil dimodivikasi untuk keliling di kampung, red) agar efektif dan efisien.

“Tadi sekalian aja sepakat untuk keliling kampung dilanjutkan ke Alun-alun Pamulang, bisa bermain di lapangan dan membeli makanan yang murah,” katanya.

Dia mengakui, banyak atensi dari keluarga dan tetangga atas cara menikmati liburan begitu, lebih baik dibandingkan pergi ke luar kota. Pertimbangannya, berat di ongkos dan kemungkinan dapat kendala karena curah hujan dan cuaca ekstrem.

“Daripada ke Anyer kan repot biaya juga kemungkinan bencana seperti peringatan BMKG atas liburan di kawasan berair. Anak-anak mah senang aja,” katanya.

Dia merasakan manfaat kawasan Alun-alun Kecamatan Pamulang sepanjang ada petugas yang bisa mengatur tempat untuk berjualan, patkir dan penanganan sampah.

Kondisi saat ini, kata dia, hanya perlu penanganan lebih baik dari pihak terkait agar kenyamanan kawasan tetap terjaga.

“Masih banyak yang buang sampah sembarangan, padagang menggunakan bahu jalan dan lainnya. Tapi sejauh ini masih tertata, tinggal peningkatan peran petugas dari pihak terkait,” katanya seraya pamit untuk melanjutkan menemani anaknya yang asyik bermain di lapangan. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com