Beritabanten.com – Minggu pagi 14 Desember 2025 berselimut udara dingin, angin bercampur air hujan berhembus ke kawasan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah.

Ini terletak di Jalan Panti Asuhan No.6, RT.003/RW.12, Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Setiap sudut pesantren dipenuhi jemaah berpakain serba putih, membacakan teks Hijib Bahar bersama, dengan botol air terbuka tutupnya dengan menempati area yang dipersiapkan pihak pesantren.

Kawasan yang di hari kerja sibuk dengan proses belajar mengajar para santri, kini menjadi hangat dengan lantunan bacaan doa, sholawat dan kalimat pujian pada Allah SWT.

Mereka mengikuti setiap.kalimat yang dilafalkan oleh Pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah KH Muhammad Sobron Zayyan dari lembaran kitab Hijib Bahar.

KH Sobron, biasa disapa, dengan penuh khusu membacakan kitab yang dikarang oleh Imam Abul Hasan Asy-Syadzili itu.

Penulis Hijib Bahar sendiri biasa dikenal dengan nama Abu Hasan Ali bin Abdillah bin Abdil Jabbar asy-Syadzili, seorang wali qutub pendiri tarekat Syadziliyah yang terkenal sebagai ulama sufi besar.

Tujuan membacanya untuk mempertajan kecakapan spiritual, menyelesaikan masalah hidup sekaligus memperkuat relasi kepada kekuasaan Allah SWT.

Setelah selesai membacanya, KH Sobron memimpin doa bersama yang menekankan permohonan untuk terus bersyukur atas semua nikmat yang diberikan.

Terutama rasa syukur untuk terus bisa mengabdi kepada orang tua yang telah membesarkan hingga setiap orang bisa menjalani hidup penuh keberkahan.

“Ampuni yang Allah SWT, jika kami pernah menentang perintah orang tua kami yang kami tidak tahu kapan dia shalat terus berdoa untuk kesuksesan kami,” katanya.

Dia juga mengingatkan para jemaah untuk terus menata kehidupan bermasyarakat dengan meninggalkan perbuatan yang merugikan sesama, apalagi membahayakan tatanan masyarakat.

“Jauhkan ya Allah, kami dari hati yang keras sehingga tidak mampu merasakan cinta kepadamu ya Allah. Kami berlindiung dari kejahatan makhlukmu,” katanya.

Makhluk itu bermakna semua yang bernyawa dan berada di luar diri manusia yang akan terus menggoda untuk melakukan perbuatan dosa, bahkan akan melakukan perbuatan yang membahayakan manusia.

Doa itu juga menekankan untuk terus memberikan maaf kepada siapa pun yang telah menyakiti, membalas perbuatan yang merugikan kita dengan memaafkan sekaligus memberikan peetolongan.

Terakhir, KH Sobron meminta para jemaah untuk melantunkan doa sendiri dalam hati masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Para jemaah tampak menundukkan kepala penuh khusu dalam suasana hening sekira lima menitan.

Para jemaah yang berjumlah ribuan itu akhirnya dengan tertib membubarkan diri sambil membawa air yang sengaja disiapkan selama membaca Hijib Bahar.

Air tersebut diyakini menyimpan kekuatan tersendiri karena dibiarkan terbuka tutupnya sebagai yang disampaikan oleh KH Sobron akan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh para jemaah.

Pembawa acara menyampaikan bahwa pengajian Hjib Bahar selanjutnya pada tanggal 11 Januari 2026, mengingat pengajian ini rutin dilaksanakan sekali setiap bulan.

“Silakan jemaah keluar dengan tertin dan jangan lupa membawa air masing-masing, terus bisa datang untuk pengajian Hijib Bahar pada tanggal 11 Januari 2026. Semoga kita semua diberiikan kekuatan oleh Allah SWT,” demikian pembawa acara menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com