Beritabanten.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menuai kecaman setelah menyebut wacana pembubaran DPR sebagai tindakan ‘tolol’.
Pernyataan itu langsung memantik pro-kontra di publik, termasuk dari diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung.
Salsa, yang pernah meraih gelar juara debat Asia Pasifik dan masuk final lomba debat dunia di Berlin tahun 2012, menilai pernyataan Sahroni tidak bisa dianggap sepele. Lewat akun media sosialnya, ia menantang Sahroni untuk berdebat soal manfaat tunjangan besar yang diterima anggota DPR terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut Salsa, di tengah situasi ekonomi yang semakin berat, anggota DPR tetap menerima fasilitas mewah, termasuk tunjangan rumah Rp50 juta per bulan. Jika ditambah gaji pokok, total pendapatan mereka bisa lebih dari Rp100 juta, belum termasuk dana aspirasi dan biaya kunjungan dapil yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
Ia juga menyoroti alokasi anggaran untuk DPR dalam RAPBN 2026 yang tercatat Rp9,9 triliun, naik tajam dibanding lima tahun terakhir. Kondisi ini dinilai kontras dengan beban pajak rakyat yang semakin tinggi.
Namun, Sahroni menolak menanggapi ajakan debat tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menulis, “Ane nggak akan ladenin orang yang ajak debat ane, ane mau bertapa dulu biar pinter karena ane masih bodoh. Ane ini masih bego.”
Respons tersebut justru memicu kritik lebih luas. Publik menilai sikap itu mencerminkan keengganan DPR membuka ruang diskusi dengan masyarakat, sekaligus mempertegas sorotan terhadap rendahnya transparansi dan akuntabilitas lembaga legislatif. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan