Beritabanten.com – Keberadaan pondok pesantren di Pandeglang menjadi penggerak ekonomi kreatif di tanah air.

IDemikian pernyataan Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Salahuddin Uno yang sedang kampanyekan satripreneur itu.

Menurutnya, santri tak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga bisa dilatih menjadi pelaku usaha ekonomi kreatif, sehingga diharapkan dapat membuka lapangan kerja.

Dia pun ingin semakin mengembangkan santri sebagai pengusaha atau santripreneur di Indonesia.

Sandiaga mengatakan bahwa pondok pesantren dan santri adalah aset yang dapat menggerakkan ekonomi bangsa.

Mengingat, ada sekira 34 ribu pondok pesantren dengan total santri mencapai lebih dari 5 juta orang di seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan namanya, Santripreneur, para santri dibentuk menjadi seorang wirausahawan sejak dini,” ucap Sandiaga Uno dikutip dari jpnn, Sabtu 5 Juli 2025.

“Sehingga, tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga jago berbisnis dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Pengembangan santripreneur itu salah satunya dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ikhlas Agro, Kampung Agrinex, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Di lokasi tersebut, selain pendidikan agama dan umum, para santri diajarkan beragam hal termasuk pelatihan bahasa, sehingga para santri mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan Arab.

Bersamaan dengan itu, para santri diberikan pendidikan dasar tentang kewirausahaan, termasuk mengenai kolaborasi, jejaring hingga digital marketing.

“Network is net worth, jejaring yang dimiliki para santri adalah modal dasar dalam membangun kemandirian dalam berwirausaha,” kata Sandiaga Uno. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com