Beritabanten.com – Penanganan Tim Gabungan korban longsor Galian C Gunung Kuda Cirebon berhasil mengevakuasi korban jiwa yang berjumlah 19 orang.
Tim Gabungan terdari dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD tsan relawan terus bekerja dengan berbaagai alat berat pasca longsor yang terjadi pada Jumat 27 Mei 2025.
Kerja mereka tersebutt terhitung sampai Minggu 1 Juni 2025 menghasilkan evakuasi dan identifikasi 19 korban jiwa.
Komandan Korem 063/SGJ Cirebon Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, mengatakan proses evakuasi dan pencarian korban telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB pada hari Minggu.
Dia jelaskan, bahwa awalnya evakuasi dibagi ke dua titik yaitu worksheet A (barat) dan B (timur).
Namun petugas gabungan akhirnya memfokuskan penyisiran pada worksheet A.
“Pencarian semula dilakukan di dua titik, namun difokuskan ke titik barat atau worksheet A akibat longsor susulan di wilayah timur (worksheet B),” katanya, dikutip dari Antara, Senin (2/6/2025).
Aktivitas pencarian dilakukan dengan kombinasi alat berat dan upaya manual oleh personel gabungan.
Ia menyampaikan dalam proses tersebut, terdapat dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi setelah tertimbun material longsor sejak Jumat (30/5).
Namun pada pukul 13.00 WIB, kata Hista, proses evakuasi dihentikan sementara akibat adanya longsor susulan yang terjadi beberapa kali di sektor timur.
“Kami memutuskan menghentikan sementara kegiatan di lapangan sambil menunggu asesmen lanjutan serta kedatangan alat pemantau tanah untuk memonitor potensi longsor susulan,” ujarnya.
Dia menuturkan dengan hasil evakuasi hari ini (Minggu 6 Juni 2025), membuat total korban tewas yang sudah dievakuasi menjadi 19 orang.
Mayoritas korban merupakan buruh atau kuli yang ikut dalam aktivitas penambangan di kawasan Gunung Kuda.
Hista berharap seluruh korban yang saat ini masih dinyatakan hilang atau tertimbun material longsor, dapat ditemukan secepat mungkin.
“Kami akan memaksimalkan pencarian setelah alat pemantau tiba. Mudah-mudahan enam korban yang belum ditemukan bisa segera kami evakuasi dalam waktu dekat,” katanya.
Berdasarkan data dari BPBD Jabar, berikut adalah daftar 19 korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi:
- Andri (41), Kuningan.
- Sukadi (48), Astanajapura, Cirebon.
- Sanuri (47), Palimanan, Cirebon.
- Sukendra, Dukupuntang, Cirebon.
- Dendi Hirmawan (40), Bandung
- Sarwah (36), Sumber, Cirebon.
- Rusjaya (48), Palimanan, Cirebon.
- Rion Firmansyah, Palimanan, Cirebon.
- Rino Ahmadi (28), Dukupuntang, Cirebon.
- Ikad Budiarso (47), Ciwaringin, Cirebon.
- Toni (46), Palimanan, Cirebon.
- Wastoni Hamzah (25) Indramayu.
- Jamaludin (49), Indramayu.
- Suparta (42), Palimanan, Cirebon
- Sakira Bin Jumair (44), Gempol, Cirebon.
- Sunadi (30), Dukupuntang, Cirebon.
- Sanadi Bin Darya (47), Gempol, Cirebon.
- Nalo Sanjaya (53), Dukupuntang, Cirebon.
- Wahyu Galih (26), Cipanas, Cirebon.
Adapun enam korban yang masih dalam pencarian antara lain:
- Muniah (45), Cikeduk, Cirebon.
- Sudiono (51), Dukupuntang, Cirebon
- Tono Bin Sudirman (57), Dukupuntang, Cirebon
- Dedi Setiadi (47), Dukupuntang, Cirebon.
- Nurakman (51), Dukupuntang, Cirebon.
- Puji Siswanto (50), Majalengka. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan