Beritabanten.com – Sebanyak 137 pelaku usaha mikro mendapatkan bantuan pinjaman dana bergulir dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi lokal.

Penyaluran dilakukan secara simbolis di salah satu aula perkantoran pemerintah kota pada Kamis, 22 Mei 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga yang menangani koperasi dan UMKM, serta bank daerah berbasis syariah. Jumlah total dana yang disalurkan mencapai Rp196 juta, dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp1,5 juta per penerima.

Khusus penerima yang difasilitasi melalui lembaga keuangan daerah, lima di antaranya menerima pinjaman masing-masing sekitar Rp5 juta.

Program pinjaman ini menyasar kelompok masyarakat yang dianggap rentan secara ekonomi.

Di antaranya adalah perempuan kepala keluarga, seperti janda atau mereka yang ditinggal suami karena berbagai kondisi seperti sakit menahun, kekerasan dalam rumah tangga, atau meninggalkan tanggung jawab keluarga.

Selain itu, anak muda yang baru memulai usaha juga menjadi sasaran penerima manfaat.

Pinjaman ini diberikan tanpa bunga, dengan harapan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima. Pemerintah daerah mengingatkan bahwa dana ini bukan hibah, melainkan pinjaman modal yang wajib dikembalikan tepat waktu.

Pihak penyelenggara mengatur skema penyaluran menjadi dua kategori. Bagi pemohon dengan jumlah pinjaman di bawah Rp3 juta, disalurkan melalui unit pelaksana teknis yang menangani distribusi dan pemasaran.

Sementara pinjaman dengan nominal di atas Rp3 juta, dikelola langsung oleh bank daerah yang telah ditunjuk.

Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, mendorong kemandirian pelaku usaha kecil, serta memberikan akses permodalan yang lebih inklusif dan adil. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com