Beritabanten.com – Pengamat kebijakan publik dari Paradigma Instite Ahmad Basya menilai positif pertemuan antara Megawati Soekarno Putri dengan Prabowo Subianto bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dia menyoal kerinduan masyarakat yang sudah muncul sejak proses pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8.
“Masyarakat jadi adem melihat keduanya bisa duduk dalam satu kursi dalam moment lebaran itu. Kan mereka sudah lama berharap kedua tokoh tersebut bisa tersiar bertemu,” katanya pada media, Rabu (9/4/2025).
Basya juga mengingatkan tentang Pilres 2009 ketika Megawati dan Prabowo pernah jadi pasangan kontestasi melawan SBY-Budiono meski akhirnya kalah telak.
“Kan dulunya keduanya pernah menjadi pasangan dalam Pilpres 2009, meski gagal mengalahkan SBY-Budiono. Publik merasa aneh kalau memang tidak bisa duduk kembali,” imbuh dia.
Menurut dia, pertemuan tersebut selain membuat masyarakat senang juga akan melahirkan sintimen positif dari pelaku pasar di tengah tarif Trum yang fenomenal tersebut.
“Kemungkinan pelaku pasar akan memberikan respons dalam waktu dekat. Pastilah ada efeknya pada kondisi perekonomian tanah air yang kini disibukkan oleh ulah Donald Trump,” ucapnya.
Masalah perekonomian, dikatakan, boleh jadi membuat Prabowo sadar diri untuk terus merangkul komponen bangsa dana merapatkan barisan tokoh bangsa terutama Megawati sebagai pimpinan partai besar di tanah air.
Seorang pemimpin sekelas Prabowo dikatakannya mempunyai perhitungan politik matang untuk menopang rezim pemerintahannya di tengah turbulensi ekonomi global.
“Insting politik Prabowo sedang memperlihatkan dirinya lebih jelas untuk kepentingan ekonomi di masa mendatang. Tinggal nunggu pelaku pasar saja,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan