Beritabanten.com – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah oknum pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur asyik berjoget dan karaoke di ruang rapat kantor mereka viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat para pegawai tersebut naik ke atas meja, berjoget, bernyanyi, dan bahkan melakukan saweran uang, seolah-olah sedang merayakan sebuah pesta.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @Candj09 pada Senin (17/2/2025), yang menunjukkan suasana malam hari di ruang rapat Dinas PUPR Kutai Timur.

“Sejumlah ASN Dinas PUPR Kutai Timur berpesta di kantor, beberapa orang berjoget di atas meja, diiringi musik dan aksi sawer uang,” tulis akun tersebut dalam keterangan video yang memperlihatkan momen joget dan karaoke di kantor.

Meskipun video tersebut mendapatkan banyak perhatian, Plt. Kepala Dinas PUPR Kutai Timur, Joni Abdsi Setia, mengonfirmasi bahwa kejadian itu benar terjadi di ruang rapat kantor mereka.

Joni menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah acara hiburan ringan yang dilakukan setelah para pegawai menjalani lembur selama beberapa minggu.

“Sebenarnya ini acara hiburan biasa, nyanyi karaoke karena sudah selesai melaksanakan lembur yang berminggu-minggu,” jelas Joni kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi pada akhir tahun 2024 lalu, setelah para pegawai bekerja lembur hingga larut malam.

Meskipun demikian, Joni menyatakan bahwa dirinya akan memberikan teguran kepada para pegawai yang terlibat dan akan melakukan pembinaan disiplin agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Saya akan apelkan mereka, internal saja. Kami lakukan pembinaan disiplin agar tidak terulang,” tambahnya.

Namun, video yang sudah tersebar luas di media sosial ini mendapat berbagai reaksi dari netizen.

Banyak dari mereka yang merasa miris melihat kejadian tersebut, yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh pegawai pemerintah. “Miris sekali,” tulis akun @X0**. Sementara akun lainnya, @Ac** menambahkan, “Rusak pemerintah.”

Meski demikian, reaksi beragam datang dari berbagai kalangan, dengan sebagian besar berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi instansi terkait. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com