Beritabanten.com – Banjir melanda Kota Cilegon setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (9/1/2025) dini hari. Akibatnya, sebanyak 609 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.245 jiwa yang berasal dari dua kecamatan, yakni Cibeber dan Cilegon, menjadi korban banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sungai-sungai di sekitar lingkungan meluap, sehingga menggenangi permukiman warga.

“Dari 6 titik banjir yang ada ini karena hujan deras disertai debit air sungai yang tinggi hingga meluap dan masuk ke permukiman,” ujar Suhendi dalam keterangan yang diterima pada Jumat (10/1/2025).

Suhendi mengungkapkan bahwa ketinggian banjir yang merendam permukiman warga bervariasi, mulai dari 50 centimeter hingga sekitar 1 meter. Meskipun banjir cukup parah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Banjir menggenangi 6 titik atau wilayah di Kota Cilegon, dengan banyak rumah dan fasilitas umum terendam air. Warga yang terdampak kini sedang dievakuasi dan mendapat bantuan dari BPBD serta instansi terkait.

Pemerintah Kota Cilegon melalui BPBD terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir dan memastikan bantuan serta penanganan lebih lanjut untuk korban bencana. Selain itu, upaya pembersihan dan normalisasi sungai juga sedang dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com