Beritabanten.com – Puluhan warga yang tergabung dalam komunitas pengusaha dan penghuni Ruko di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, menggelar aksi protes pada Jumat (29/11/2024).

Mereka menuntut pengelola kawasan Ruko untuk menghentikan pungutan parkir yang dinilai merugikan dan segera menutup penginapan yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 400 orang. Massa berkumpul di depan kompleks Ruko sebelum bergerak menuju kantor pengelola di dalam kawasan tersebut.

Koordinator aksi, M. Ikhsan, menjelaskan bahwa dua permasalahan utama memicu protes ini, yaitu tarif parkir yang memberatkan serta dugaan aktivitas prostitusi di salah satu penginapan.

“Masalah ini sangat merugikan. Usaha kami sepi, bahkan banyak yang harus merumahkan pekerjanya,” ungkap Ikhsan.

Ia menyebutkan bahwa sejak munculnya kedua permasalahan tersebut, sejumlah Ruko terpaksa tutup, dan jumlah pekerja menurun drastis dari puluhan menjadi hanya belasan orang.

Para warga mendesak pengelola untuk menghapus pungutan parkir yang dianggap memberatkan. Mereka juga menyatakan kesediaannya membayar retribusi lain sebagai pengganti, asalkan biaya parkir dihapuskan. “Kami siap membayar retribusi asal parkir gratis,” tegas Ikhsan.

Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah dugaan prostitusi di penginapan di belakang kawasan Ruko. Warga menilai penginapan tersebut telah disalahgunakan, dengan banyaknya transaksi mencurigakan dan aktivitas keluar-masuk orang yang tidak wajar. Mereka meminta pemerintah untuk segera menutup penginapan yang disebut beroperasi tanpa izin.

“Banyak perempuan yang terlihat menawarkan diri lewat aplikasi. Kami mendesak penginapan itu segera disegel!” ujar Ikhsan.

Sementara itu, manajer pengelola Ruko, Harry, membantah adanya praktik prostitusi di kawasan tersebut. Namun, ia mengakui bahwa penginapan di lokasi itu telah beroperasi selama dua tahun meskipun proses perizinannya belum selesai. “Kami sedang mengurus izin usaha yang dibutuhkan,” jelas Harry.

Aksi yang berjalan tertib ini diawasi oleh aparat kepolisian, Satpol PP, dan TNI untuk mengantisipasi kericuhan. Meskipun sempat terjadi ketegangan, situasi tetap terkendali hingga berita ini diterbitkan. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com