Beritabanten.com – Program Santripreneur Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pandeglang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi para alumni podok pesantren.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Pandeglang Fery Hasanudin dalam acara pembinaan Santripreneur di Aula BAZNAS Pandeglang kemarin.
“Santripreneur ini adalah program yang kami luncurkan bagi mereka lulusan pondok pesantren yang ingin menjadi pengusaha,” ungkapnya.
Fery menyampaikan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan program tersebut yang harus dipenuhi oleh para santri.
“Para santri harus mempresentasikan jenis usaha yang akan digeluti, ini salah satu seleksi yang harus diikuti, dengan begitu anggaran yang keluarkan oleh BAZNAS ini berdaya guna dan hasil guna,” katanya.
Peserta pembinaan yang berjumlah 24 alumni santri yang ikut program ini, dikatakan Fery harus mampu meyakinkan pihak BAZNAS bahwa bantuan ini benar layak diberikan.
“Untuk dapat bantuan ini caranya melalui seleksi atau dinamakan bussiness plane competition. Silahkan persentasikan jenis usaha apa yang akan digeluti, kita tidak asal memberikan bantuan,”tuturnya.
Lebih lanjut Fery menyampaikan Santriprenrur Ini sebagai wadah menumbuhkan santri memiliki bidang usaha yang mandiri.
Fery juga menegaskan, tujuan dari tahapan seleksi ini adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban BAZNAS Pandeglang kepada para muzaki (orang yang waji zakat) yang menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Pandeglang.
“BAZNAS itu harus amanah, tepat sasaran pengelolaan anggarannya, bisa dipertanggung jawabkan dan berkalanjutan,”tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Pandeglang Uri Sahuri menyampaikan, bagi mereka yang lolos seleksi dan berhak mendapatkan program Santripreneur akan mendapatkan bantuan sebesar 5 juta rupiah.
“Ada batasan usia untuk bisa mengikuti program Santripreneur yaitu dari 17-35 tahun, setelah mereka layak mendapatkan program ini akan diberikan bantuan permodalan, selanjutnya akan ada pendampingan usaha agar usahanya berkelanjutan,” ujarnya.
Uri Sahuri juga menyampaikan uang bantuan modal ini akan diberikan kepada para santri yang lolos program melalui transfer rekening.
“Pergunakan dana ini untuk membeli kebutuhan yang sesuai dengan proposal yang disampaikan, jangan sampai ditemukan dibelanjakan di luar kebutuhan yang anda sampaikan,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan