Beritabanten.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang meluncurkan Gerakan Ibu Hamil Sehat 2024, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting. Kegiatan peluncuran ini diadakan di Gedung Serbaguna, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk tenaga medis, ibu hamil, dan anggota masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Etta Darmayanti, dalam sambutannya mengungkapkan kekhawatiran terkait tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya. “Penyebab utama kematian ibu meliputi preeklampsia sebesar 55 persen, perdarahan 14 persen, dan faktor lainnya 18 persen. Sementara itu, untuk kematian bayi, penyebab tertinggi adalah berat badan lahir rendah (BBLR) sebesar 42 persen, kelainan kongenital 21 persen, dan asfiksia 16 persen,” jelas Etta.

Gerakan Ibu Hamil Sehat 2024 akan fokus pada edukasi dan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti penyuluhan tentang gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan pentingnya akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Kegiatan ini juga menyediakan ruang diskusi bagi ibu hamil untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan informasi langsung dari para ahli kesehatan. Diharapkan, dengan adanya inisiatif ini, para ibu dapat lebih memahami kebutuhan kesehatan selama kehamilan, sehingga dapat mencegah risiko yang dapat membahayakan diri mereka dan bayi yang mereka kandung.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan program ini. “Kami percaya bahwa edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang kesehatan mereka dan kesehatan bayi, serta mencegah stunting yang sering terjadi akibat kekurangan gizi,” tambah Etta.

Gerakan Ibu Hamil Sehat 2024 diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang, serta menurunkan angka kematian yang mengkhawatirkan. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, diharapkan masalah kesehatan ini dapat teratasi dengan baik demi masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com