Beritabanten.com – Dua bocah yang tenggelam di Sungai Nambo, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, berhasil ditemukan. Sayangnya, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dan di lokasi yang terpisah.  

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Hairoe Amir Abyan Binis, menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, Tim SAR membagi menjadi dua kelompok.  

Satu tim menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi tenggelam, sementara tim lainnya melakukan pemantauan darat di Pintu Air Cibening, Kota Serang, pada Minggu, 13 Oktober 2024.  

Ia menyebutkan bahwa salah satu korban, Safira, berusia 11 tahun dan berasal dari Desa Beberan, ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam.   

“Safira ditemukan sekitar pukul 07.40 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.  

Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian hingga pukul 08.00 WIB, dan berhasil menemukan korban kedua, M. Ikhsan, yang berusia 5 tahun, dalam keadaan meninggal sekitar 400 meter dari lokasi tenggelam.   

“Kedua korban segera dibawa ke rumah duka,” tambahnya.  

Dengan ditemukannya kedua korban, Hairoe menyatakan bahwa operasi Tim SAR resmi dihentikan.   

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur potensi Tim SAR yang terlibat dalam operasi ini,” tutupnya. 

Sebelumnya diberitakan, dua anak dari Kampung Kamilang, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, hanyut saat mandi di Sungai Nambo pada Sabtu, 12 Oktober 2024. 

Kedua bocah hanyut tersebut, Safira (11 tahun) dan M. Ikhsan (5 tahun), terlihat mandi di tepi sungai bersama teman-teman mereka sekitar pukul 15.45 WIB. 

Salah satu warga, Hilyah, menyatakan bahwa terdapat tiga anak yang sedang mandi di Sungai Nambo, salah satunya adalah keponakannya. 

“Ada tiga orang, salah satunya keponakan saya. Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa keponakannya berhasil selamat, tetapi kedua temannya tidak bisa ditemukan. 

“Awalnya mereka pergi bersama kakaknya, tetapi saat kakaknya pergi membeli sabun, adiknya tenggelam,” tambahnya. 

Hilyah juga menyebutkan bahwa setelah kejadian, warga langsung berbondong-bondong mencari korban di Sungai Nambo. Namun, arus sungai yang deras membuat pencarian menjadi sulit. 

“Kami sudah menghubungi tim SAR dan polisi untuk membantu pencarian,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Hairoe Amir Abyan Binis, mengungkapkan bahwa tim penyelamat dan perahu karet telah diterjunkan untuk mencari korban hingga pukul 22.00 WIB. 

“Target pencarian hingga jam 22.00 WIB. Jika belum ditemukan, pencarian akan dilanjutkan besok,” pungkasnya. (Chk) 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com