Beritabanten.com – Para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Pandeglang diminta untuk bersabar dalam menunggu proses sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) karena masih terdapat antrean pendaftaran yang cukup panjang.  

Salah satu keuntungan mengikuti PPG adalah adanya peluang untuk mendapatkan kenaikan pangkat dan gaji. Guru yang telah disertifikasi biasanya berhak atas tunjangan profesi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.  

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang mengakui bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terkait proses sertifikasi untuk para guru PAI.  

Diharapkan upaya ini dapat mempercepat realisasi sertifikasi PPG yang sangat dibutuhkan oleh para pendidik.  

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Tati Jumiati, menyampaikan bahwa dari 281 peserta PPG di Kabupaten Pandeglang, hanya sebagian yang telah dinyatakan lulus. Masih ada ratusan guru yang belum mendapatkan sertifikasi PPG.  

“Kami masih menghadapi tantangan besar dengan 374 guru yang belum lulus PPG. Ini adalah tantangan terbesar kami, terutama dengan regulasi terbaru,” jelas Tati Jumiati pada Kamis, 3 Oktober 2024. 

Jumlah tersebut menjadi daftar tunggu bagi guru PAI di Kabupaten Pandeglang saat ini. Tati Jumiati menjelaskan bahwa antrean panjang sertifikasi PPG disebabkan oleh ketidaksesuaian antara jumlah kuota yang tersedia dan jumlah guru yang ada.  

Namun, ia menambahkan bahwa masalah kuota ini dapat diatasi melalui lobi untuk menambah jumlah guru yang mengikuti sertifikasi, salah satunya dengan dukungan atau pembiayaan dari pemerintah daerah.  

“Kami akan meminta dukungan dari APBD dan BAZNAS untuk melaksanakan PPG dengan menggunakan anggaran APBD,” tutupnya. [Hny] 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com