Beritabanten.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang memberikan pembinaan kepada 60 orang yang terlibat dalam Gerakan Peduli Sampah 2024.
Peserta berasal dari berbagai instansi, lembaga, dan komunitas yang peduli dengan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ratu Tanti Darmiasih, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Ia berharap para peserta memahami peran mereka dalam pengelolaan sampah yang efektif.
“Jadi masyarakat juga harus berpartisipasi dalam upaya gotong royong. Kebersihan adalah sebagian dari iman, mari kita tanam nilai ini dalam kehidupan sehari-hari,” katanya
Masalah sampah harus ditangani secara kolektif, dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Salah satu fokus utama adalah Pantai Teluk Labuan, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan terburuk, kini berhasil dibersihkan berkat komitmen lokal.
Tanti juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Kecamatan Labuan membuang sampah ke Sungai Cipunten Agung dan Caringin, yang memerlukan perhatian serius dan alat berat untuk mengatasi tumpukan sampah.
Ia mengingatkan bahwa penanganan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Ia berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan berpartisipasi dalam gotong royong, karena kebersihan adalah bagian dari iman.
Tanti juga menyebutkan bahwa Kabupaten Pandeglang menghasilkan sekitar 900 ton sampah per hari, namun hanya 160 ton yang dapat terangkut, menunjukkan perlunya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di setiap desa.
Asda II Setda Pandeglang, Nuriah, mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, termasuk pemerintah desa.
Ia menekankan pentingnya alokasi anggaran dari masing-masing desa untuk mendukung upaya ini.
“Tarif retribusi ini untuk biaya operasional pengangkutan sampah dari lingkungan warga. Pada tahun 2022 tarif Rp5000 ditingkatkan menjadi Rp8000 di tahun 2024,” katanya.
Nuriah menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, dan optimis Pemkab Pandeglang dapat mengatasi masalah ini secara efektif, dengan edukasi kepada masyarakat sebagai kunci yang utama. (hny)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan