Beritabanten.com Bakal Calon Bupati Serang Andika Hazrumy respons isu dinasti politik di media sosial seiring dengan proses pelaksanaan Pilkada 2024. Dia menerima ketentuan dari Yang Kuasa sebagai anggota keluarga politisi.

“Hal itu sebagai fitrah atau ketetapan dari sang pencipta yang harus dijalaninya sebagai manusia,” katanya pada Sabtu 21 September 2024.

Dia bisa memaklumi pandangan negatif masyarakat pasca viral isu dinasti politik di media sosial. Menurut dia, menjadi politisi juga sebagai ketentuan Yang Kuasa yang harus sabar dijalani.

“Menjadi politisi bagi saya adalah fitrah saya yang harus saya terima,” kata politisi Golkar tersebut.

Kenyataan kedua orang tuanya sebagai politisi, dikatakan, merupakan keberkahan bagi dirinya.

“Sang ayah adalah seorang Anggota DPR RI yaitu Hikmat Tomet, dan sang ibu adalah Gubernur Banten yaitu Ratu Atut Chosiyah,” jelas dia.

Sejarah hidupnya memang sarat dengan politik, dengan saudara-saudaranya di rumah, atau juga keluarga besarnya di luar keluarga inti.

“Hal itu di alam bawah sadar menjadi sugesti bahwa kami anak-anaknya bercita-cita juga menjadi politisi di masa depan,” kata Andika.

“Sesuatu yang wajar jika di keluarga polisi ada anak yang juga kemudian menjadi polisi. Atau di keluarga PNS dan keluarga-keluarga dengan profesi lainnya,” kata Andika melanjutkan.

Tetapi itu semua, kata dia, menjadi tidak wajar ketika menjadi politisi dengan menghalalkan segala cara, seperti menabrak aturan hingga mengubah hukum bahkan menodai demokrasi.

Dirinya mengaku selama ini telah mengikuti aturan baik ketika maju di medan laga pemilu sampai menjabat  anggota DPD RI dan DPR RI. Begitu juga ketika maju di Pilgub Banten 2017 sebagai Wakil Gubernur Banten hingga kin menjadi Bakal Calon Bupati Serang di Pilkada 2024..

“Saya mengikuti pemilihan-pemilihan yang sah dan dipilih secara sah oleh rakyat, tanpa menabrak aturan, hukum,” katanya seraya tetap tersenyum.

Menurut dia, semua orang dari berbagai latar belakang untuk mengikuti kontestasi politik sepanjang mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku terus terpilih karena memang mempunyai kemampuan dengan dipilih oleh rakyat.

“Orang tersebut (politisi-red) kompeten apa tidak, punya kapasitas atau tidak, bertanggung jawab terhadap amanahnya atau tidak,” tutur dia.

Selama menjalani karier politik tersebut, Andika mendasarkan diri pada pengalaman tokoh yang menjalani politik secara benar untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Andika mencontohkan Gus Dur, Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela yang merupakan pemimpin besar dan berhasil menjadikan politik sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan bersama.

“Gus Dur mengajarkan pada kita di atas politik itu ada kemanusiaan,” kata Andika.

Berkaca pada Gus Dur itu, kata Andika, menjadikan dirinya terjun ke politik untuk mewujudkan sekuat tenaga apa yang menjadi bersama.

“Alhamdulillah misalnya waktu jadi Wagub, kebijakan sekolah gratis bagi SMA dan SMK Negeri berhasil diwujudkan. Pembangunan infrastruktur jalan provinsi 100 persen mantap dengan betonisasi, dan lainnya,” tutup dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com