Beritabanten.com – BAZNAS akan memperkuat ekonomi kaum duafa dengan memanfaatkan potensi keuangan mikro syariah dalam pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut mengemuka pada Pengajian-Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman sesi 20 dengan mengangkat tema “Asuransi Microfinance”, yang diselenggarakan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (28/5/2024).
Turut hadir Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI Nadratuzzaman Hosen serta Ketua Bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Dewan Syariah Nasional MUI Agus Haryadi
Nadratuzzaman menyampaikan, pemutusan rantai kemiskinan bisa tercapai salah satunya dengan terwujudnya keuangan mikro syariah (microfinance syariah).
“Implementasi keuangan mikro syariah dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah dengan salah satu produknya, yakni asuransi mikro syariah,” kata dia
Nadra, biasa disapa, menyampaikan, poin terpentingnya berupa sifat tolong menolong dan dilakukan secara berjamaah (banyak orang) yang berperan aktif.
Asuransi mikro syariah menurutnya bisa menolong dana zakat yang terkadang terkuras jika ada kesulitan mendadak sehingga dana zakat bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan lainnya.
“Asuransi mikro syariah bisa dikatakan sebagai pengaman sosial dalam kegiatan di BAZNAS maupun di LAZ bagi saya. Jika asuransi mikro syariah diwujudkan di BAZNAS, banyak hal yang membuat masyarakat kecil merasakan manfaat dari zakat,” ucapnya.
Sementara itu, Agus Haryadi berbagi pengalamannya terkait keuangan mikro syariah.
“Terdapat lima instrumen keuangan mikro syariah untuk penguatan ekonomi masyarakat, di antaranya santunan (shadaqah, hibah), pinjaman (qardh), pembiayaan (murabahah, ijarah, mudharabah), tabungan (wadiah, mudharabah), risk sharing (hibah-tabarru dan kafalah),” jelas dia
Menurutnya, jika kelima instrumen keuangan mikro syariah ini ada maka bisa memperkuat ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Ada tiga Lembaga keuangan mikro syariah untuk mewujudkan penguatan ekonomi masyarakat, dan BAZNAS menjadi salah satunya dalam mengelola, menghimpun, dan menyalurkan dana ziswah (zakat, infak, sedekah, waqaf dan hibah),” ujar Agus.
Agus Haryadi mengungkapkan, BAZNAS RI memiliki potensi untuk membangun keuangan mikro syariah guna wujudkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan.
“BAZNAS RI bisa bekerja sama dengan perusahaan asuransi syariah, merancang produk bersama LKNS, menjembatani perusahaan asuransi syariah dengan LKMS, meningkatkan kapasitas praktisi asuransi mikro, dan mendidik tentang ber-takaful,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan