Beritabanten.com – Warga Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang kini tengah dilanda keresahan akibat beberapa masalah yang berdampak pada lingkungan mereka.

Selain khawatir dengan keberadaan pagar laut yang dibangun di perairan Tangerang, mereka juga merasa terganggu dengan pengurukan tambak yang dilakukan di daerah tersebut.

Pengurukan ini diduga menjadi penyebab meningkatnya banjir rob yang kini merambah ke pemukiman warga.

Salah seorang warga setempat, AN menjelaskan bahwa pengurukan tambak dilakukan bersamaan dengan pembangunan pagar laut sekitar tahun lalu.

Menurut AN, tambak-tambak milik warga tersebut dibeli oleh pihak yang diduga sebagai pengembang, kemudian tanah diangkut menggunakan ratusan truk setiap harinya untuk menguruk tambak.

Akibat pengurukan ini, AN menyebutkan bahwa banjir rob sering melanda pemukiman di Kohod. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya lagi pembatas alami yang bisa menahan air laut saat pasang, sehingga air laut masuk ke pemukiman warga.

“Kemarin baru banjir, sebelumnya banjir rob hanya sampai ke tambak saja, tapi sekarang masuk ke pemukiman,” ujar AN, kemarin.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah, termasuk Provinsi Banten. BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi.

Mereka juga memperingatkan bahwa banjir rob bisa terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang bagian Utara antara 9 hingga 16 Januari 2025.

“Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang bagian Utara pada 9 hingga 16 Januari 2025,” kata Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, pada Kamis (9/1/24). (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com