Beritabanten.com – Komunitas Trash Ranger Serang Raya bersama Koalisi Masyarakat Peduli Sampah menggelar aksi bersih-bersih atau Clean Up di kawasan Alun-alun Kota Serang pada Minggu pagi (1/6).
Aksi yang bertepatan dengan momentum Car Free Day ini melibatkan lebih dari 150 peserta yang terdiri dari anak muda dan warga sekitar.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang kian mengkhawatirkan, seperti tumpukan sampah, polusi udara, potensi banjir, hingga minimnya ruang terbuka hijau di wilayah Serang dan sekitarnya.
Muhammad Ali Taufan, Ketua Trash Ranger Serang Raya, dalam orasinya menyoroti lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan lingkungan hidup, baik di tingkat Kota Serang maupun Kabupaten Serang. Ia menyerukan agar pemerintah lebih terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Jangan sampai ada jurang pemisah antara masyarakat dan pemerintah. Semua pihak harus duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.
Lebih jauh, Taufan juga mengingatkan bahwa bencana ekologis saat ini bukan lagi sesuatu yang terjadi jauh di sana. Di banyak wilayah, termasuk Indonesia, bencana akibat kerusakan lingkungan terus terjadi, sementara upaya pemulihan berjalan lambat.
“Ini adalah alarm darurat bagi kita semua. Krisis iklim nyata adanya, dan setiap orang bisa berkontribusi untuk memperlambat laju kerusakan. Sesederhana membuang sampah pada tempatnya pun sudah menjadi bagian dari aksi nyata,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat, Trash Ranger Serang Raya berharap akan lahir gerakan yang lebih masif untuk menjaga lingkungan dan memperjuangkan ruang hidup yang lebih layak bagi generasi mendatang. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan