Beritabanten.com – Tim Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap caleg DPRK Aceh Tamiang dapil 2 dari PKS bernama Sofyan, setelah sempat dinyatakan buron.  

Sofyan ditangkap di kawasan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (25/5/2024) kemarin. Usai ditangkap, terungkap fakta yang cukup mencengangkan terkait Sofyan. 

Dia menggunakan hasil jualan narkoba tersebut salah satunya untuk kepentingan kampanya pada Pileg lalu.  

“Ya ini kita dalami dahulu apakah betul narkopolitik, tetapi pengetahuan tadi interogasi dia ada sebagian, sebagian barang itu untuk kebutuhan dia mencaleg,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, kepada wartawan, kemarin.  

Kendati demikian, menurut Mukti, hal itu masih berdasarkan hasil interogasi awal dan masih akan mendalami hal tersebut. Tidak hanya mendalami soal penggunaan uang hasil penjualan narkoba, polisi juga akan mendalami soal tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

“Iya nanti kita dalami, kita dalami kita akan usut dia TPPU ya,” ucapnya. 

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Nasir Djamil turut bersuara. Ia menduga, Sofyan yang ditangkap polisi menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk membiayai kampanye.  

“Saat pileg saya sempat berinteraksi dan mengetahui juga dari beberapa rekanya, dia cukup banyak cuan untuk membiayai kampanyenya. Dan saya kan tidak tahu waktu itu kalau ternyata cuan itu berasal dari jaringan perdagangan narkoba,” ujar Nasir di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/5/2024). 

Namun, Nasir menegaskan hal itu hanya masih sebatas dugaan. Dirinya meminta agar menunggu saja keterangan lengkap dari penyidik kepolisian. 

“Ini kan masih dugaan. Apakah benar bahwa cuan yang digunakan kegiatan kampanye itu bagian dari kejahatan itu. Kita tunggu saja nanti itu, bagaimana keterangan penyidik atau pihak berwenang terkait masalah itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan belum mengetahui lebih lengkap terkait keterlibatan Sofyan dalam kasus narkoba yang menjeratnya. Dirinya menegaskan PKS menindak tegas kadernya yang terlibat narkoba.

“Tapi saya nggak tau itu posisi dia, dalam rentetan peristiwa itu seperti apa, karena disebut dalam pemberitaan dia buron. Buron dan seperti apa buronnya, saya juga nggak tau, artinya begini, kalau misalnya dia buron, mengapa dia begitu santai,” tandasnya. [Red]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com