Beritabanten.com – Oknum guru ngaji di Ciputat, Kota Tangerang Selatan bernama Mahendra (40) diduga melaksanakan aksi mesum tersebut selama setahun.
Masyarakat sekitar tidak mencurigai kelakuan tidak senonohnya karena yang bersangkutan terkenal sebagai sosok pendiam dan sangat religius.
Diceritakan oleh Ketua RW 004 Kampung Maruga Kecamatan Ciputat Kota Tangsel, Rahman, bahwa Mahendra rajin menawarkan jasa untuk mengajar secara privat kepada warga sekitar dan Mahendra juga rajin mengikuti kegiatan keagamaan lainnya.
Cara Mahendra menjalankan aksinya, kata Rachman, dengan memberikan air dan asap kepada muridnya.
Mahendra menjanjikan setelah anak didiknya mendapatkan air dan asap akan dapat banyak manfaat, terutama menjadi pintar.
“Dia bilang ke korban kalau air dan asapnya itu supaya pintar dan lain-lain lah, kaya diiming-imingi,” ujar Rachman, Kamis (3/10/2024).
Belakangan diketahui, setelah mereka menjalani ritual air dan asap tidak sadarkan diri dan ketika sadar mereka mendapati dirinya dalam keadaan tak berpakaian sama sekali.
Diberitakan, seorang oknum guru ngaji yakni Mahendra (MH), 40, di wilayah Kampung Maruga RW 04, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat diduga melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Polres Tangsel.
Polres Tangsel telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual terjadi di kawasan Ciputat yang diduga dilakukan oknum pengajar agama pada Minggu, 29 September 2024. Dalam kasus itu, dilaporkan ada 8 muridnya yang menjadi korban.
Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangsel.
“Kalau memang benar ada bukti maka guru tersebut harus diberi hukuman,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangsel Tabrani, Selasa (1/10/2024). (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan