Beritabanten.com – Pendidikan merupakan sektor vital yang menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mewujudkan pendidikan lebih maju di Tangsel.
Hal itu dibuktikan dengan kehadiran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Ciputat Timur Kota Tangsel pada Rabu 2 Oktober 2024.
Kedatangan mereka pada Fakultas Pendidikan UMJ tersebut untuk resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di seluruh jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Dikbud Tangsel, Deden Deni, mengaku bahwa kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam realisasi komitmen Pemkot Tangsel dalam sektor pendidikan.
Dikatakannya, Pemkot Tangsel-UMJ berusaha membangkitkan potensi guru berkualitas untuk pendidikan lebih maju di Tangsel.
Menurut dia, pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru sebagai ujung tombak dalam peningkatan pendidikan lebih maju di Tangsel.
“Ini sesuai dengan program wali kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan salah satunya tentu ujung tombaknya di guru dulu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 3 Oktober 2024.
Dalam pandangan Deden, guru mempunyai peran penting di lapangan harus dibantu dalam peningkatan kualitas dalam berbagai pelatihan.
“Supaya gimana pendidikan itu berkualitas tentunya ujung tombaknya di guru dulu, jadi kami harus menciptakan guru yang punya kompetensi, salah satunya ini dengan kegiatan di UMJ ini yaitu peningkatan kompetensi guru,” tambahnya.
Deden lebih lanjut jelaskan, nantinya kerja sama akan meliputi berbagai program strategis bagi peningkatan kualitas guru di Tangsel.
Dia malah buka sedikit tahapannya seperti pemberian beasiswa kepada guru dan kepala sekolah di berbagai tingkatan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Para pendidik, dikatakan Deden, akan mendapatkan banyak manfaat dari realisasi program tersebut dia mana mereka nanti akan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia pendidikan.
Seribu Sarjana Berkualitas
Deden menyampaikan dalam program peningkatan kompetensi guru sudah mencapai target akan disempurnakan dengan program 1.000 sarjana bagi masyarakat yang kini masih menunggu kader terbaik dari warga Tangsel untuk mendaftarkan diri.
Seribu sarjana berkualitas tersebut dikatakannya akan diintegrasi dengan program kerja sama dengan UMJ tersebut.

“Ini memungkinkan lebih banyak pendidik dan masyarakat umum untuk memanfaatkan kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka,” ungkap Deden.
Perencanaan matang Dinas Dikbud Tangsel di atas pada gilirannya akan membangkitkan potensi besar yang ada di UMJ dalam proyek besar peningkatan mutu sumber daya manusia di Tangsel.
“Harapannya, ini kan jadi potensi yang luar biasa ya. UMJ tentunya sudah berkualitas, dan ini menjadi modal untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul di Tangerang Selatan,” jelas Deden.
Dinas Dikbud Tangsel mengakui bahwa UMJ sebagai perguruan tinggi terkemuka di Tangsel dapat berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dan kami yakin UMJ punya komitmen, punya tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tangerang Selatan,” tuturnya.
Sebagai informasi, perjanjian kerja sama ini adalah yang pertama antara Dinas Pendidikan Tangsel dan Fakultas Pendidikan UMJ.
Kolaborasi ini juga merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari kerja sama yang selama ini terjalin dengan UMJ dalam berbagai bidang seperti pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Guru Penggerak Tangsel
Diberitakan Komunitas Guru Penggerak (GP) Kota Tangerang Selatan melakukan Sarasehan Guru Penggerak yang berhasil menarik perhatian besar dari para guru, penggiat pendidikan, dan masyarakat luas.
Mereka terdiri dari angkatan 4 hingga 9, baik dari sekolah negeri maupun swasta, dan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengkonsolidasikan diri menggali lebih dalam peran guru dalam sarasehan di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel pada Rabu (11/09/2024),

Pilar menyampaikan peran strategis guru penggerak yang tidak hanya melibatkan tanggung jawab administratif, tetapi juga menjadi agen perubahan di sekolah.
“Guru penggerak ini adalah cikal bakal calon kepala sekolah. Mereka tidak hanya bertugas mengkoordinir, tetapi juga menggerakkan seluruh sistem di sekolah, memastikan target dan capaian di berbagai bidang tercapai, bukan hanya akademik,” ujar Pilar dengan semangat.
Para guru diproyeksikan akan menjadi ‘penggerak sistem’, yang berarti mereka memastikan bahwa semua elemen di sekolah bekerja selaras untuk mencapai tujuan bersama.
Tidak sekadar mendidik, mereka diharapkan menjadi pemimpin yang mampu mengoordinasi dan mendorong kemajuan di sekolah-sekolah, dari jenjang PAUD hingga SMA.
“Tugas mereka bukan hanya mengawasi anak-anak, tetapi memastikan seluruh sistem di sekolah berjalan sesuai dengan harapan,” tambah Pilar.
Tidak hanya berhenti di situ, Pilar juga menegaskan bahwa peran guru penggerak sangat krusial dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan adaptif.
Sarasehan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan inspirasi antar guru penggerak dari berbagai angkatan, memperkuat jaringan, dan memperluas wawasan tentang bagaimana mengatasi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Dalam kegiatan ini, dengan semangat kolaboratif, mereka merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan peran mereka di sekolah, termasuk dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, dan pengembangan profesionalisme guru.
Dengan dukungan penuh dari Pemkot Tangsel, sarasehan ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah belajar, tetapi juga menjadi katalis bagi para guru penggerak untuk terus berkarya dan menjadikan Tangsel sebagai pionir dalam pendidikan yang berdaya saing tinggi dan bermutu (Red).
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan